5 Jaringan Listrik di Bandung Barat Rusak Akibat Cuaca Ekstrem

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 11:44 WIB
Petugas PLN memperbaiki tiang listrik yang rusak tertimpa pohon
Foto: Petugas melakukan perbaikan jaringan listrik yang rusak akibat cuaca ekstrem (Dokumentasi PLN UP3 Cimahi)
Bandung Barat -

Cuaca ekstrem memicu terjadinya pohon tumbang hingga longsor menyebabkan kerusakan jaringan listrik di lima titik wilayah PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi

Kerusakan jaringan pelayanan listrik itu tercatat ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga dimana ada tiang listrik roboh akibat terbawa tanah longsor.

Di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor satu unit tiang listrik patah akibat tertimpa pohon besar. Kemudian tiga jaringan tertimpa pohon di Cipatat satu unit dan di Kecamatan Gununghalu dua unit.

"Ada 5 kejadian pohon tumbang mengakibatkan tiang (listrik) patah karena cuaca ekstrem. Semua di wilayah KBB," kata Manager Bagian Jaringan PLN UP 3 Cimahi, Pilih Kondang Paramarta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).

Dari lima kejadian, dua titik jaringan mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga harus dilakukan penggantian utilitas lantaran menyebabkan padamnya listrik di permukiman warga.

Lamanya pengerjaan perbaikan jaringan, kata Pilih, tergantung pada tingkat kerusakaan yang terjadi. Jika kondisinya berat seperti harus dilakukan penggantian tiang, diperkirakan membutuhkan waktu sehari.

"Terberat bisa seharian untuk perbaikan karena kita masang tiang baru lagi. Kalau kejadian kemarin, ada 2 yang harus kita ganti yang 1 itu kena longsor dan 1 kena pohon besar," ungkapnya.

Meski dibutuhkan waktu untuk perbaikan pihaknya tetap memprioritaskan listrik menyala kepada pelanggan. "Pada saat terjadi gangguan, kita utamakan listrik nyala dulu ke masyarakat. Kita manuver dari jaringan lain," tegasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan listrik akibat terdampak cuaca ekstrem, seperti tertimpa pohon, lanjut dia, sebetulnya pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan pemeliharaan.

"Kita usahakan untuk pemangkasan (pohon). Kalau diizinkan ditebang kita akan tebang. Terutama pohon-pohon yang kondisinya sudah kelihatan tua yang kemungkinan akan roboh saat cuaca ektsrem," jelasnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi jaringan terdampak petir, pihaknya sudah memasang jaringan pada titik rawan sudah dipasang Ground Steel Wire (GSW) dan Arrester pada titik-titik yang dianggap rawan tersambar petir.

GSW merupakan pemeliharaan jaringan saluran udara tegangan menengan untuk mengantisiasi adanya petir saat musim penghujan. Sementara arrester merupakan alat anti petir yang tersambung dengan jaringan PLN sehingga apabila terganggu petir tidak mengganggu sistem.

"Lokasi rawan petir kita antisipasi dengan GSW dan arrester. GSW itu untuk memantulkan petir ke tanah, jadi tidak mengenai jaringan PLN," ujarnya.

(mso/mso)