Round-Up

Cerita Dua Predator Bejat Pemerkosa ABG Cimahi-Bandung

Wisma Putra - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 08:10 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi kasus pemerkosaan. (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Bandung -

Dua gadis di bawah umur, masing-masing warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh predator anak. Dua kasus berbeda ini menjadi sorotan publik.

Nahas menimpa, ZNS, ABG berumur 15 tahun, warga Kota Cimahi, itu tewas setelah diperkosa. Di balik kematian ABG itu, dua orang tersangka diamankan polisi, yaitu Nanang (27) seorang buruh dan NN (17) mantan kekasih ZNS.

Sebelum aksi durjana dilakukan, Nanang dan NN mencekoki korban dengan miras. Dalam keadaan mabuk, ZNS sempat dicabuli oleh NN. Tidak lama, Nanang meminta NN untuk membeli rokok dan makanan, sementara korban dibawa Nanang ke kebun tomat.

Di kebun itu, Nanang memperkosa korban. Tak hanya merenggut kehormatannya, Nanang juga menganiaya ZNS dengan menusukkan bilah bambu ke pipi korban hingga berlumuran darah. "Dalam keadaan tidak berdaya, Nanang kemudian menyetubuhi korban sebanyak tiga kali," kata Yoris, Jumat (7/2) lalu.

Yoris menyebut, usai melakukan aksinya, korban kemudian ditutupi oleh tumpukan bilah bambu. Hal itu dilakukan untuk menutupi jejaknya, hingga tersangka melarikan diri.

Nanang mengaku baru pertama kali menemui korban. Ia hanya mengetahui korban sebatas dari balik layar ponselnya. Selain itu, aksi pemeriksaan yang ia lakukan akibat terpengaruh minuman keras.

"Saya hanya bermaksud melumpuhkan korban saja, saya pukul dulu, kemudian menusuk korban empat kali pakai turus (bilah bambu). Habis minum arak," ucap Nanang saat ditanya polisi.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, ZNS sempat koma di RS Cibabat Kota Cimahi. Dirawat selama sepekan, korban pun menghembuskan nafas terakhirnya. "Kondisi luka parah ada pada bagian kepala. Pendarah di otak. Itu menjadi pemicu penurunan kondisi korban selama menjalani perawatan," kata Plt. Direktur Utama RSUD Cibabat Reri Marlia.

Ayah korban, Ahmad Sutarya, meminta kepada polisi agar pelaku di hukum mati karena telah memperkosa anaknya hingga meninggal dunia. "Saya sebagai seorang ayah tidak terima anak saya dianiaya, diperkosa, dan akhirnya meninggal. Pelaku harus dihukum mati," ucap Ahmad.

Selanjutnya
Halaman
1 2