Jabar Sepekan: PSK Khusus Turis hingga Ular Weling Gigit Mati Bocah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 20:25 WIB
Gadis PSK Cianjur Layani Turis Timur Tengah
Sejumlah PSK yang dijual muncikari kepada turis Timur Tengah di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Bandung -

Sepekan ini ada empat berita Jawa Barat yang menyita perhatian. Dimulai dari tewasnya balita di Cirebon akibat dipatuk ular weling hingga polisi membongkar kasus prostitusi di Cianjur yang jadi langganan turis Timur Tengah. Berikut ulasannya :

1. Bocah Cirebon Meninggal Dipatuk Ular Weling

Kematian akibat gigitan ular terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barar. Kali ini, ular weling atau Bungarus candidus menyerang Adila, bocah perempuan berumur empat tahun yang malang. Sebelum meninggal dunia, Adila sempat koma. Ia dirawat di RSD Gunung Jati Kota Cirebon selama lima hari.

Kejadian ini berawal saat kedua orang tuanya, Mukmin (27) dan Rusmiyati (24) mendengar tangisan kencang anak pertamanya itu. Mereka kaget ketika melihat ada ular yang berada di kasur putrinya itu. "Saya kaget. Ularnya langsung diambil suami saya, terus dibunuh. Kita langsung bawa anak ke rumah nenek," kata Rusmiyati di kediamannya, Blok Wage, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Saat itu, sekitar pukul 00.00 WIB, Rusmiyati menyadari adanya gigitan ular weling tepat di bagian tumit kaki kirinya. Rusmiyati panik. Sebab, keluarganya tak mengerti cara pertolongan pertama terhadap gigitan ular.

Salah seorang anggota keluarganya langsung mengikat kaki kiri Adila dengan kain. Berharap bisa ular weling tak menyebar ke tubuh Adila. Bahkan, darah Adila sempat disedot. Namun, penanganan yang dilakukannya itu tak membuat Adila membaik. Rusmiyati pun membawa anaknya ke rumah sakit terdekat sekitar.

Sayangnya, rumah sakit yang berada di dekat kediamannya itu mengaku tak memiliki antivenom ular weling. Hingga akhirnya dirujuk ke RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Sejak hari Sabtu lalu hingga Rabu (12/2) kemarin, Adila berada dalam kondisi tak sadarkan diri. Bahkan, untuk menanggulangi agar bisa tak menjalar, pihak rumah sakit mengundang dokter dari spesialis darurat dari Kemenkes, Tri Maharani.

Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Maria mengatakan sejak hari pertama dirawat, Adila hanya diberikan antivenom untuk bisa ular yang berbeda. "Sudah kita masukan (suntikan) antivenom, tapi antivenom ular welang sekitar 10 vial," kata Maria di RSD Gunung Jati.

Maria menyebutkan bisa ular weling menyerang saraf dan sel darah Adila. Selama dirawat, kondisi sel darah Adila terus menurun, hingga akhirnya balita malang itu menghembuskan nafas terakhirnya pada, Rabu (12/2).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4