Jabar Hari Ini: Revitalisasi Gedung Sate-Pakuan Dikritik dan Patung Harimau 'Loncat'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 20:15 WIB
patung harimau loncat
Foto: Patung harimau dekat Balkot Bandung 'loncat' (Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Sejak pagi hingga Kamis (6/2/2020) sore, sejumlah topik pemberitaan menyita perhatian pembaca di Jawa Barat. Mulai dari harimau dekat Balai Kota Bandung 'loncat' hingga dewan kritik revitalisasi Gedung Sate-Pakuan.

Berikut rangkuman beritanya:

Dewan Kritik Revitalisasi Gedung Sate-Pakuan

Revitalisasi Gedung Sate-Pakuan dan GOR Saparua tahap dua menuai kritikan dari anggota DPRD Jabar. Gubernur Jabar Ridwan Kamil diminta mempertimbangkan kembali proyek tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Kasan Basari mengatakan seharusnya anggaran revitalisasi tahap dua tersebut bisa dioptimalkan untuk kepentingan lain.

"Sejak awal memang kami soroti soal itu. Karena kalau dilihat dari sisi anggaran, masih banyak yang perlu kita push sarana-prasarana dan ekonomi dibandingkan revitalisasi ini," kata Kasan saat dihubungi via telepon, Kamis (6/2/2020).

Ia mencontohkan anggaran revitalisasi dengan total anggaran Rp 36,9 miliar tahun ini bisa dialokasikan untuk pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu). Pasalnya, berdasarkan data, masih ada 46 ribu rutilahu di Jabar.

"Contohnya rutilahu saat ini ada 46 ribu sekian, tapi tahun lalu yang muncul 11 ribu (perbaikan rutilahu), itu juga karena ada pergeseran anggaran juga. Harusnya prioritaskan itu," tutur politikus Gerindra itu.

Menurutnya revitalisasi tahap pertama senilai Rp 25 miliar tersebut dirasa sudah cukup."Menurut saya, yang tahap pertama sudah cukup itu. Rekomendasi kami, pertimbangkan lagi kelanjutan proyeknya. Kan keputusannya di tangan Gubernur," ujar Kasan.

Pendapat berbeda disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Hasbullah. Ia menilai proyek revitalisasi tahap kedua tersebut wajar karena perlu adanya perbaikan di gedung-gedung bersejarah tersebut.

"Gedung Sate dan Pakuan ini kan bersejarah, ikon Kota Bandung. Jadi perlu perawatan dan perbaikan. Jadi saya rasa wajar saja," kata Hasbullah via telepon.

Menurutnya, revitalisasi pada tahap pertama menghadirkan hal positif bagi masyarakat. Misalnya dengan keberadaan plaza di Gedung Sate membuat warga bisa lebih leluasa dalam mengabadikan foto.

"Kalau nggak dimundurin pagarnya, masyarakat itu kalau foto-foto di pinggir jalan. Jadi saya rasa bagus-bagus saja. Termasuk Gedung Pakuan juga kan memberikan kenyamanan Gubernur dan tamunya juga nanti," jelas politikus PAN itu.

Seperti diketahui, revitalisasi Gedung Sate, Gedung Pakuan, dan GOR Saparua terbagi dalam dua tahun anggaran: yakni 2019 dan 2020. Proyek tahap pertama yang rampung tahun lalu menelan biaya Rp 25 miliar, sementara untuk tahap kedua disiapkan total Rp 36,9 miliar. Total selama dua tahun ini anggaran yang dikeluarkan untuk mempercantik tiga lokasi tersebut mencapai Rp 61,9 miliar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4