Berita Hari Ini di Jabar: Perampok Berkedok PSK-Heboh Jalan Berasap di Bandung

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 19:38 WIB
Jalan berasap di Bandung. (Foto: Tangkapan layar video viral)

Sidang Suap Iwa Karniwa

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa didakwa menerima duit Rp 900 juta. Iwa menerima uang itu dari PT Lippo Cikarang berkaitan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bekasi guna kepentingan proyek Meikarta.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana Iwa di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (13/1/2020). Dalam sidang ini, Iwa duduk sebagai terdakwa.

"Perbuatan terdakwa menerima sejumlah uang Rp 900 juta melalui Satriadi, Neneng Rahmi Nurlaili, Henri Lincoln, Soleman dan Waras Wasisto yang bersumber dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang pembangunan Meikarta," ucap jaksa KPK saat membacakan dakwaan.

Berita Hari Ini di Jabar: Perampok Berkedok PSK-Heboh Jalan Berasap di BandungIwa Karniwa menjalani sidang. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Satriadi merupakan karyawan PT Lippo Cikarang, Neneng Rahmi Nurlaili merupakan eks Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Bekasi, Henri Lincoln selaku Sekretaris Dinas PUPR, Soleman anggota DPRD Bekasi dan Waras Wasisto anggota DPRD Jabar.

Jaksa mengatakan pemberian uang itu untuk memuluskan pengesahan RDTR Kabupaten Bekasi guna kepentingan Meikarta yang diurus oleh Pemprov Jabar.

"(Pemberian) adalah untuk menggerakkan terdakwa selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan selaku Wakil Ketua BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) Provinsi Jawa Barat agar melakukan sesuatu dalam jabatannya untuk mempercepat persetujuan substansi dari Gubernur Jawa Barat atas Raperda tentang RDTR," kata jaksa.


Dalam dakwaan, jaksa menyebut RDTR sebelumnya sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bekasi untuk pengurusan RDTR wilayah pembangunan (WP) I dan IV serta WP II dan III proyek pembangunan komersial area Meikarta.

Di sisi lain, Iwa tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa KPK. "Kami meninjau tidak eksepsi meskipun dakwaannya terdakwa merasa tidak sesuai," kata Anton Sulton kuasa hukum Iwa.
Halaman

(mud/bbn)