Atasi Macet, Pemkot Wacana Boyong Kereta Trek Virtual di Bandung

Atasi Macet, Pemkot Wacana Boyong Kereta Trek Virtual di Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Selasa, 08 Okt 2019 18:40 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Pemerintah Kota Bandung mewacanakan untuk mengembangkan kereta tanpa rel atau dikenal dengan Autonomous Rapid Transit (ART). Transportasi massal berteknologi tinggi itu akan coba dihadirkan sebagai solusi mengatasi kemacetan.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan, Wali Kota Bandung Oded M Danial sempat bertemu dengan petinggi PT KAI membahas berbagai rencana kerja sama. Dalam pertemuan itu, PT KAI menawarkan teknologi transportasi massal berupa kereta yang mampu berjalan di atas rel virtual.

"Waktu itu pernah ada peluang karena Pak Wali sudah ketemu dengan pimpinan PT KAI. Transportasi massal berbasis kereta tapi tanpa rel. Jadi itu masih jalurnnya bisa digunakan transportasi lain," ucap Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).


Pihaknya menyatakan, akan menjajaki kembali pembahasan dengan PT KAI mengenai rencana pengembangan moda transportasi massal tersebut. Karena menurutnya teknologi kereta tanpa rel ini cukup layak dihadirkan di Kota Bandung.

Selain itu, dia merasa yakin moda transportasi ini hadir bisa menarik minat warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Karena melihat ketepatan waktu dan kenyamanan yang diberikan.

"Memang dulu itu nanti kena macet juga (karena menggunakan badan jalan yang ada). Tapi nanti lambat laun warga cenderung beralih. Nanti beralih kendaraan pribadi bisa berkurang dan jadi lebih lancar," ucapnya.


Menurutnya teknologi transportasi ART layak untuk dipertimbangkan. Karena bila dibandingkan dengan LRT yang tentunya akan membutuhkan ruang untuk menempatkan konstruksi atau infrastruktur lainnya.

"Kalau LRT saya masih tidak bayangin. Jalurnya ke Otista saya bisa bayangin tiangnya di mana simpannya. Di tengah nanti jalannya sempit. Keliatannya masih masuk akal berbasis kereta tadi. Dia teknologi baru, bisa manuver tajam cocoklah di Kota Bandung yang jalannya sempit," ucapnya.


Meski belum bisa menjelaskan detail, Yana menganggap perlu ada pembahasan serta kajian yang lebih mengenai penerapan teknologi tersebut. Pihaknya merasa perlu ada inovasi serta keberanian dalam menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Bandung.

"Saya pikir harus memanfaatkan kemajuan teknologi, inovasi. Kalau enggak, ya kita enggak bisa membatasi mobil," ujarnya.


Simak juga video "Weekend Pertama, Begini Kondisi Rekayasa Jalan Sukajadi" :

[Gambas:Video 20detik]

(mso/tro)