Sebagaimana diketahui, sejak 11 Juli 2018 lalu Pemkot bersama Polrestabes Bandung melakukan rekayasa kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi. Dalam rekayasa yang dilakukan itu mengubah arus di Jalan Sukajadi menjadi satu arah menuju Setiabudi, Cipaganti satu arah menuju Pasteur.
Rekayasa tersebut dilakukan demi mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Sukajadi terutama saat akhir pekan. Namun, rekayasa itu belum berjalan sesuai dengan harapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi beberapa waktu lalu Pak Wali karena mendapat banyak keluhan dari warga mengenai rekayasa lalu lintas kawasan Sukajadi. Untuk itu saya ditugaskan meminta hasil evaluasi dari Dishub," kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).
Berdasarkan laporan yang diterima, dia mengungkap, ada sejumlah titik kemacetan terutama di sejumlah persimpangan. Untuk itu pihaknya akan mencoba mengubah alur jalan agar bisa mengurai kepadatan.
"Salah satunya rencana contra flow di Pasteur akan diperpanjang, sampai dekat pintu masuk Bio Farma," ucapnya.
Kemudian di Sukajadi salah satu titik kemacetan terjadi di sekitar Jalan Cemara dan Jalan Bungur. Pihaknya bersama kepolisian akan mencoba memikirkan cara terbaik agar kemacetan bisa terurai.
"Jadi memperkecil titik temu. Intinya tadi kita akan evaluasi," katanya.
Yana mengaku, akan meminta kajian yang lebih matang terkait penerapan rekayasa tersebut. Sehingga hasilnya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Intinya tadi evaluasi. Tapi dalam waktu dekat saya minta kajiannya lebih komplet. Kita juga belum bisa permanenkan (rekayasa jalan ini)," ujarnya.
Simak juga video "Weekend Pertama, Begini Kondisi Rekayasa Jalan Sukajadi" :
(mso/tro)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini