detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 13:53 WIB

Beroperasi Mulai 2020, RSKIA Kota Bandung Diproyeksikan Jadi RSUD

Mochamad Solehudin - detikNews
Beroperasi Mulai 2020, RSKIA Kota Bandung Diproyeksikan Jadi RSUD Direktur RSKIA Kota Bandung Taat Tagore. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Progres pembangunan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) di Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo) telah mencapai 95 persen. Rumah sakit tersebut diproyeksikan menjadi RSUD saat beroperasi nantinya.

Direktur RSKIA Bandung Taat Tagore menyatakan, pembangunan telah memasuki tahap akhir. Pihaknya memperkirakan pembangunan akan selesai pada akhir tahun 2019 ini.

"Mudah-mudahan akhir tahun sudah 100 persen (pembangunannya) dan Januari 2020 mulai operasional," kata Taat di Balai Kota Bandung, Selasa (20/8/2019).


Taat mengungkapkan, rumah sakit yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian itu akan memiliki berbagai fasilitas kesehatan yang cukup lengkap. Rumah sakit itu juga memiliki daya tampung cukup besar mencapai 500 tempat tidur.

Selain itu, kata dia, tenaga kesehatan juga relatif lebih baik karena ditunjang dengan berbagai dokter spesialis seperti mata, penyakit dalam, saraf, bedah dan jantung.


Dengan berbagai fasilitas penunjang tersebut, pihaknya berencana meningkatkan status rumah sakit itu dari RSKIA menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih maksimal.

"Kita pertimbangkan jadi RSUD karena kebutuhan masyarakat lebih ke sana. Bangunan demikian gede, kapasitasnya banyak, kalau hanya (RS) ibu dan anak nanti banyak kosongnya. Terus sebagai RS ibu dan anak juga dokternya tidak hanya ibu dan anak, tapi ada dokter bedah dan lain-lain. Kalau hanya jadi RSKIA (dokter itu) tidak bisa melakukan tindakan dan perawatan," ucapnya.


Dia mengaku, saat ini proses mengubah RSKIA menjadi RSUD sedang dilakukan. Pihaknya akan mengusulkan izin operasional baru ke Dinas Kesehatan Kota Bandung agar rumah sakit tersebut bisa beroperasi sebagai RSUD kelas C.

"Kita akan membuat izin baru kelas C cukup Dinkes Bandung. Nanti bertahap terus kita tingkatkan kelas (rumah sakitnya). Pas operasional paling kita bisa layani dulu 150-200 (pasien rawat inap) dan terus bertahap ditingkatkan," ucapnya.

Meski rumah sakit itu diubah menjadi RSUD, Taat menambahkan, pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak akan tetap menjadi unggulannya. "Unggulan masih di ibu dan anak. Tapi untuk tetap jadi RSKIA butuh dokter spesialis yang menunjang juga. Kita naikin jadi RSUD," ujarnya.
(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com