detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 14:20 WIB

Kilas Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 15 Agustus di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Kilas Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 15 Agustus di Cirebon Alun-alun Kejaksan Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Hari ini, Selasa (15/8/2019) merupakan hari bersejarah bagi Cirebon. Tepat 74 tahun lalu, salah seorang putra dari mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Soeharto, Juwono Soedarsono, yakni dr Soedarsono memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Momen pembacaan naskah proklamasi itu dilakukan di Alun-alun Kejaksan Cirebon pada 15 Agustus 1945, atau dua hari sebelum Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sejarawan dan budayawan Cirebon Nurdin M Moer menyebutkan Soedarsono tergabung dalam kelompok Sutan Syahrir.

"Memang waktu itu terjadi pergolakan-pergolakan untuk memproklamasikan bangsa Indonesia. Kemudian, muncul dari kelompok Syahrir yang mendelegasikan Soedarsono untuk membacakan naskah proklamasi di Alun-alun Cirebon, sekarang jadi Alun-alun Kejaksan," kata Nurdin saat berbincang dengan detikcom di kediamannya di Perumnas Cirebon, Kecamatam Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (15/8/2019).


Nurdin mengatakan, sejumlah literatur juga menyebutkan adanya pembacaan proklamasi di Cirebon yang lebih awal dibandingkan proklamasi kemerdekaan di Jakarta. Nurdin menyebutkan Soedarsono membacakan naskah proklamasi setelah mendapatkan kabar dari Syahrir terntang pemberitaan Jepang yang menyerah kepada sekutu.

"Soedarsono melakukan hal itu setelah menerima berita dari Syahrir, bahwa Radio BBC London memberitakan tentara Jepang telah menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945," kata Nurdin.


Selain sejumlah literatur, Nurdin juga mengaku saat remaja pernah diceritakan tentang terjadinya pembacaan naskah proklamasi yang dilakukan Soedarsono oleh ayahnya, Moch Hasyim. Saat itu, kta Nurdin, ayahnya tinggal tak jauh dari Alun-alun Kejaksan.

"Kebetulan saksi mata bapak saya sendiri. Tinggalnya 200 meter dari alun-alun, ya sehingga bisa cerita kepada saya. Hanya dihadiri puluhan orang," katanya.

Kilas Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 15 Agustus di CirebonFoto: Sudirman Wamad
Selain memproklamasikan kemerdekaan di Alun-alun Kejaksan, dikatakan Nurdin, kelompok Syahrir juga membacakan naskah proklamasi di Alun-alun Ciledug Cirebon. Nurdin menyayangkan naskah proklamasi yang dibacakan Soedarsono itu hilang.

"Sekarang tidak tahu, apakah naskah versi Syahrir sama seperti yang Soekarno bacakan. Kita pernah cari tahu tapi tidak ketemu, kita cari di arsip nasional dan daerah tak ketemu," katanya.


Selain kehilangan naskah, untuk membuktikan secara detil pembacaan naskah tersebut juga sulit karena kehilangan saksi hidup. Terlebih lagi, proklamasi yang dibacakan Soedarsono itu tak mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat, hanya puluhan yang ikut menyaksikan.

"Ini terjadi karena proklamasi tersebut lahir dalam friksi ideologis di kalangan pemuda pergerakan dan ketidakberdayaan Syahrir untuk membujuk Bung Karno dan Bung Hatta mempercepat proklamasi. Di samping itu juga pamor Bung Karno di mata rakyat lebih kuat dibandingkan Syahrir. Sehingga proklamasi di Cirebon tidak bergema di seluruh nusantara," katanya.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed