detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 16:47 WIB

Cerita Suami Korban Mutilasi di Banyumas: Pas Pergi, Saya Bilang Hati-hati

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Cerita Suami Korban Mutilasi di Banyumas: Pas Pergi, Saya Bilang Hati-hati Pelaku pembunuhan dan mutilasi/Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Sebelum dikabarkan tewas dimutilasi, Komsatun Wachidah (51), PNS Kemenag Kota Bandung, izin kepada suaminya Soib (51) untuk menservice mobil. Soib kalang kabut mencari istrinya yang tak kembali pulang.

"Istri saya meninggalkan rumah Minggu, (7/7) sekitar Pukul 09.00 WIB, dengan alasan mau ke bengkel," kata Soib kepada detikcom, Sabtu (13/7/2019) di kediaman Ketua RW 21 di Kecamatan Cileunyi.

Setelah meminta izin kepada sang suami, Komsatun langsung bergegas pergi. Sementara itu, Soib tidak banyak bertanya setelah istrinya meminta izin akan ke bengkel.

"Saya jawab hati-hati. Saya ada diluar dekat tangga, pakaian apa yang dipakai, tidak memperhatikan, dia hanya bilang mau ke bengkel sebentar," ungkapnya.

Hingga sore hari, Komsatun tak kunjung pulang. Tidak timbul kecurigaan, sebab sehari sebelumnya Komsatun sempat membahas soal seragam putrinya yang mau masuk SMA.

"Sebelumnya, hari Sabtu dia menanyakan, anaknya nanti pakai seragam beli di sekolah atau beli sendiri. Saya bilang ya beli sendiri. Makanya saya tidak curiga ketika tidak ada komunikasi, mungkin saja dia ke pasar. Saya kontek terus, sampai Pukul 17.44 WIB, hilang kontak," jelasnya.

Hingga petang menjelang malam, Komsatun masih belum memberikan kabar kepada anak dan suaminya. Selama hilang kontak suami dan anaknya terus menelepon dan mengirim pesan singkat menggunakan telepon genggam nya.

"Ibu bilang ke bengkel, gak bilang apa-apa lagi. Whatsapp nya terakhir aktif Pukul 13.02 WIB enggak aktif lagi. Saya telepon terus, setelah itu saya cari malamnya di bengkel-bengkel ternyata enggak ada," katanya.

Hingga dinihari, Komsatun masih belum memberikan kabar kepada pihak keluarga. Takut terjadi apa-apa, Soib langsung mencari istrinya ke tempat kerjanya.

"Terus ke kantor tempat dia kerja Pukul 01.00 WIB dinihari, kantornya digembok saya tidak bisa masuk dan saya kembali ke rumah untuk menenangkan diri," paparnya.

Soib mencari istrinya ke kantornya, dengan anggapan Komsatun ikut rombongan haji bersama teman kerjanya. Pagi harinya, Soib kembali ke tempat kerja istrinya.

"Saya beranggapan dia ikut rombongan haji, karena dulu dibagian haji, ikut sama temannya. Saya penasaran, setelah subuh saya kembali ke kantor, tapi masih belum dibuka sama satpam. Saya tungguin sampai Pukul 06.00 WIB," ujarnya.

"Saya tanya ke satpam, ada istri saya gak? Oh Bu Atun (Komsatun) enggak ada, dia enggak ikut kan sudah bukan dibagian haji. Coba dibuka dulu kata saya, mau cek mobilnya, ternyata enggak ada," tambahnya.

Soib langsung bergegas pulang ke rumahnya, karena Komsatun pergi dengan menggunakan mobil miliknya ia langsung mencari BPKB di lemarinya. "Saya pulang, setelah pulang saya curiga langsung ke lemari lihat BPKB mobil enggak ada. Saya mulai curiga," imbuhnya.

Soib terus berikhitiar, selain itu ia berkomunikasi dengan pihak Depag Kanwil Kota Bandung dan melaporkan kehilangan istrinya itu kepada Polsek Cileunyi. Senin hingga Rabu ia tak kunjung mendapatkan kabar, lalu pada Kamis, tim penyidik Polres Banyumas mendatangi kediaman Soib untuk memastikan bahwa korban mutilasi itu adalah keluarganya.




Simak Juga 'Asmara Jadi Motif di Balik Aksi Keji Mutilasi di Banyumas':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Asmara Jadi Motif di Balik Aksi Keji Mutilasi di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed