Fenomena Gay-Lesbian di Lapas, Eks Napi Sarankan Ada Bilik Asmara

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 10 Jul 2019 16:58 WIB
Foto: REUTERS/Dario Pignatelli
Bandung - Fenomena seks menyimpang gay dan lesbian di rutan dan lapas terungkap. Faktor utama munculnya gejala itu karena kebutuhan biologis napi yang tak tersalurkan. Eks napi mendorong pemerintah menyediakan bilik asmara di rutan dan lapas.

Bilik asmara beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik. Suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawangsa yang ditahan di Lapas Sukamiskin membuat ruangan khusus untuk warga binaan yang ingin berhubungan intim dengan pasangannya.

"Saya kira bilik asmara ini kenapa tidak dilegalkan saja," kata eks warga binaan yang tak ingin disebutkan namanya kepada detikcom, Rabu (10/7/2019).

Eks napi yang enggan disebutkan namanya ini cukup kenyang pengalaman menghuni bui. Semasa hidupnya, pria ini cukup mentereng di dunia hitam. Tercatat sudah delapan kali ia keluar-masuk penjara di Bandung dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan narkotika.

Menurutnya bilik asmara ini diperlukan untuk mencegah penyimpangan seks warga binaan meluas. Terutama bagi warga binaan yang sudah berkeluarga.

"Lebih setuju adanya bilik asmara daripada seks menyimpang, dengan syarat harus suami istri," tutur eks warga binaan Rutan Kebonwaru Bandung ini.

Berdasarkan pengalamannya beberapa kali keluar masuk penjara, perilaku seks menyimpang ini kerana kebutuhan biologis tak tersalurkan. Sehingga, napi melampiaskannya ke orang terdekatnya.

"Mungkin awalnya biasa aja, tapi karena sering tidur bareng akhirnya muncul fantasi lain. Karena kebutuhan biologisnya tak tersalurkan tadi," ujar dia.





Simak Video "Melihat Wahana Godzila Raksasa di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/ern)