detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 16:43 WIB

Dokter Sebar Hoaks, RSHS Ajak Pegawai Bijak Gunakan Medsos

Mukhlis Dinillah - detikNews
Dokter Sebar Hoaks, RSHS Ajak Pegawai Bijak Gunakan Medsos Dokter penyebar hoaks saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Jabar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Dirut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Nina Susana Dewi menyebut dokter Dodi Suardi merupakan sosok disiplin. Selama 20 tahun bertugas di RSHS Bandung, Dodi belum pernah bermasalah. Kini Dodi tersandung penyebaran hoaks melalui media sosial (medsos) yang kasusnya ditangani Polda Jabar.

Nina menuturkan Dodi merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RSHS Bandung. Selama ini, kinerja lelaki tersebut di RSHS Bandung cukup baik.

"Bersangkutan kami melihat kinerja baik, selama 20 tahun bekerja di sini tidak pernah bermasalah," kata Nina kepada wartawan di RSHS, Kota Bandung, Rabu (29/5/2019).


Menurutnya, sebagai rumah sakit pemerintah, persoalan administrasi harus jelas. Apalagi, dokter Dodi juga berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Kami akan konfirmasi kepada Polda Jabar masalah status penahanan. Hal ini terkait pelayanan dan aturan kepegawaian. Karena harus jelas kalau absen beberapa hari itu kenapa," ucap Nina.

Berkaca dari kasus Dodi, ia mengimbau kepada seluruh karyawan RSHS bijak dalam menggunakan media sosial. Nina tidak ingin persoalan serupa terjadi menimpa karyawannya.

"Saya sebagai dirut mengimbau karyawan berhati-hati dan bijak menyikapi atau menggunakan media sosial," tutur Nina

Dodi ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar pada Senin (27/5) lalu. Dokter spesialis kebidanan dan kandung ini diringkus sehari setelah mengunggah informasi mengenai bocah 14 tahun yang tewas di tembak polisi berkaitan aksi 22 Mei.


(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com