detikNews
Senin 01 April 2019, 14:43 WIB

Kapolsek di Garut: AKP Sulman Aziz itu Ngarang, Sakit Hati karena Mutasi

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kapolsek di Garut: AKP Sulman Aziz itu Ngarang, Sakit Hati karena Mutasi Eks Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz (kaus hitam).
Bandung - Eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz mengaku diperintahkan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon yang mewakili kapolsek di wilayah hukum Polres Garut menegaskan klaim Sulman tersebut mengada-ngada.


Ridwan mengatakan tidak pernah mendapat arahan seperti klaim yang disampaikan Sulman. Menurutnya, selama ini instruksi atasan kepada jajaran ialah tetap netral dalam hajat demokrasi tahun ini.

"Itu enggak ada perintah kapolres, perintah pimpinan Polri kan netral, TNI sama Polri," kata Ridwan kepada detikcom, Senin (1/4/2019).

Ia menilai pernyataan kontroversial Sulman merupakan sebuah kekecewaan karena dimutasi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat. Ridwan yang mewakili para kapolsek di Garut menilai klaim Sulman bentuk sakit hati gegara pindah tugas.

"Ya itu ngarang aja, sakit hati karena mutasi, dibikin lah isu yang enggak jelas," ucap Ridwan.


Ridwan mengaku hari ini sejumlah kapolsek di Garut berkumpul di Polda Jabar. Mereka mendapat arahan agar tetap netral dan menjaga kondusifitas dalam pelaksanaan Pilpres 2019.

"Kita dikumpulkan diberikan arahan, kita harus netral bagaimana mengamankan Pilpres ini," ujar Ridwan.

Dia menegaskan bahwa para kapolsek sering dipanggil Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk membahas peta konflik di wilayah masing-masing. Tidak pernah membahas mengenai politik.

"Yang dibahas itu bukan politik, tapi kerjaan kita. Ya soal bagaimana kita memetakan kerawanan," tutur Ridwan.


AKP Sulman Aziz melaporkan dugaan pelanggaran yang ada di satuannya ke lembaga bantuan hukum Lokataru. Sulman mengaku pernah mendapatkan perintah dari atasannya untuk memenangkan pasangan calon 01 Jokowi dan Ma'ruf Amin di Pilpres. Dia membahas mengenai mutasi dirinya dari pos orang nomor satu di Polsek Pasirwangi.

"Saya merasa telah dizolimi, telah disakiti, termasuk keluarga saya, istri saya, anak saya. Saya telah dimutasikan dari posisi saya ke Polda Jawa Barat. Dikarenakan saya berfoto dengan tokoh agama, tokoh NU kecamatan Pasirwangi. Yang kebetulan beliau itu ketua deklarasi Prabowo-Sandi," kata Sulman di Kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (31/3).


Selain itu, Sulman mengklaim pernah diminta memetakan pemilih di wilayahnya. Dia mengaku diperintah Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk mendukung paslon 01 melalui forum rapat dan diancam mutasi bila paslon 01 kalah di wilayahnya.

"Dari saya kepada kami adalah Pak Kapolres. Saya nggak tahu apakah perintah itu secara estafet dari atas atau tidak. Yang jelas saya diperintahkan oleh beliau. Agar kita diperintahkan mendukung paslon 01, dan ada ancaman juga kalau seandainya paslon 01 di wilayah masing-masing," tutur Sulman.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyangkal tudingan Sulman. Bahkan Budi mendatangi Mapolda Jabar untuk diperiksa Bid Propam.


Simak Juga 'Eks Kapolsek Ngaku Diminta Dukung Jokowi, Kapolres Garut Klarifikasi':

[Gambas:Video 20detik]


(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com