detikNews
Kamis 28 Maret 2019, 20:43 WIB

Anak Dianiaya Habib Bahar, Ortu: Pembelajaran dari Guru ke Murid

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Anak Dianiaya Habib Bahar, Ortu: Pembelajaran dari Guru ke Murid Pemutaran video yang menampilkan korban penganiayaan oleh habib Bahar bin Smith. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung - Iman Santosa, ayah dari Cahya Abdul Jabar, korban penganiayaan oleh Bahar bin Smith, mengaku menyaksikan sang anak berduel dengan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki, yang juga korban. Dia mengaku ikut mengantar anak ke ponpes Tajul Alawiyyin milik Bahar.

Iman dihadirkan sebagai saksi dalam perkara penganiayaan yang dilakukan Bahar. Sidang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019). Iman mengaku ikut mengantar anaknya saat dijemput oleh anak buah Bahar.

"Saya ikut antar anak. Ngawal karena dijemput di rumah. Saya kebetulan ingin bertemu juga dengan habib Bahar," ucap Iman.


Sesampainya di ponpes, Iman mengaku diminta tetap berada di luar. Sedangkan Cahya dibawa masuk ke dalam ponpes tersebut. Iman mengaku tak tahu saat Bahar menganiaya anaknya. Cahya ini sebelumnya mengaku-mengaku sebagai habib Bahar saat di Bali.

"Saya disuruh menunggu, saya dikasih kopi. Anak saya terpisah dengan sekat gorden. Suara sih terdengar antara guru dan murid. Ditanya-tanya si Jabar, isinya saya kurang jelas," tuturnya.

Hakim lantas bertanya apakah Iman melihat secara langsung penganiayaan yang dilakukan Bahar. Iman mengaku tak melihat. Akan tetapi, dia melihat saat Cahya dan Zaki berduel.

"Saya menyaksikan anak saya diadu," kata Iman.

"Menang atau kalah?" ucap hakim.

"Kalah pak, karena saling tidak ngaku," ujar Iman.

"Bapak tahu enggak atau dengar ada suara pemukulan?" ucap hakim.

"Tidak melihat langsung. Waktu ada kegaduhan tersebut, saya berusaha masuk. Tapi kata habib, di luar saja," tuturnya.


Iman mengaku sekitar pukul 15.00 WIB, kala itu, dia diminta pulang oleh Bahar. Ia lantas pulang tak bersama anaknya.

"Setelah magrib, kok Cahya belum pulang. Saya jemput di sana lihat anak saya sudah gundul," kata Iman.

"Ketika melihat anak bapak gundul bagaimana?" hakim bertanya.

"Ikhlas. Saya tanya anak juga ikhlas. Jadi saya anggap beres. Ini saya anggap pembelajaran dari guru kepada muridnya," kata Iman.


(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed