DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 20:17 WIB

Preman Mabuk yang Usik Pengunjung Pasar Baru Bandung Dipolisikan

Tri Ispranoto - detikNews
Preman Mabuk yang Usik Pengunjung Pasar Baru Bandung Dipolisikan Pasar Baru Bandung (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - PD Pasar Bermartabat terus berkoordinasi dengan polisi untuk menindak PKL memaksa dan preman mabuk yang meresahkan pengunjung juga pedagang di Pasar Baru Bandung. Hal tersebut menyusul adanya keluhan dari Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B).

Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Andri Salman mengatakan hal tersebut bukanlah baru terjadi di Pasar Baru. Sebab sejak dikelola oleh PT Atanaka Persada Permai (APP) hal tersebut juga sering terjadi.

"Kita sedang selidiki siapa koordinator mereka. Kita setiap hari menugaskan sekuriti dan berangsur hilang. Kita terus berkoordinasi dengan Polsek dan aparatur setempat. Kita terus cari siapa aktor di belakang ini dan akan kita proses kepada kepolisian," ujar Andri, Rabu (20/3/2019).

Selain soal PKL dan preman, HP2B juga mengeluhkan sejumlah hal lain seperti kerusakan infrastruktur pendukung. Menurut Andri saat ini pihaknya masih melakukan inventarisir terhadap aset-aset yang perlu diperbaiki.

Andri menjelaskan PT APP masih bertanggung jawab dan berjanji akan memperbaiki sejumlah kerusakan. Secara bertahap, setiap temuan kerusakan dikoordinasikan dengan PT APP yang akan melakukan perbaikan.

"Dalam masa peralihan pengelolaan Pasar Baru ini, PD Pasar menerima semua usulan pengembangan yang bersifat konstruktif untuk perbaikan. Dari segi kebersihan, kita sudah lebih baik dari sebelumnya. Jadi sampai Juni akan ada perbaikan yang dicicil," katanya.


Sementara soal keluhan ruang pameran, Andri mengatakan hal itu diserahkan pada tim transisi yang terdiri dari PT APP dan PD Pasar. Hanya saja dipastikan hal tersebut tidak mengganggu pengunjung dan kenyamanan pedagang. "Casual leasing diperbolehkan untuk disewakan. Kalau ada barang dagangan yang dijual sama dengan pedagang pasar itu nanti akan kami tertibkan. Syaratnya kan memang tidak boleh barang yang sama dengan para pedagang," tutur Andri.

Pihaknya memastikan, selain itu PD Pasar akan menertibkan para pedagang yang menyimpan barang sembarangan. Sebab selama ini banyak pedagang yang menyimpan barang melebihi batas toko, bahkan sampai memanfaatkan lahan kosong yang seharusnya menjadi hak pengunjung.

Andri memastikan penertiban akan dilakukan pada pedagang kios ilegal. Seperti sejumlah toko di area lobi yang seharusnya menjadi tempat drop-off pengunjung. Selama ini mereka menyewa pada pengelola lama atau PT APP.

"Karena mitra lama (PT APP) menjual kepada tenant, maka mitra lama harus menebus kembali sisa jangka waktu dan mengembalikan fungsi semula. PD Pasar tetap bersama pedagang agar area itu difungsikan kembali seperti sediakala," ujarnya.


PD Pasar, menurut Andri, sejak mengambil alih Pasar Baru terus berupaya meningkatkan pengunjung dan memberikan kenyamanan pada pedagang. Bahkan Disbudpar Kota Bandung pun selalu mempromosikan Pasar Baru sebagai salah satu ikon wisata belanja.

"Dalam masa transisi ini kami menerima ide-ide pengembangan seperti yang disampaikan HP2B. Kami tentu mengapresiasi upaya HP2B karena pengelolaan ini butuh masukan dari semua pihak untuk mengembangkan Pasar Baru menjadi kawasan wisata belanja terbaik," ujar Andri.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed