Menurutnya sikap politik merupakan hak pribadi masing-masing individu termasuk bobotoh. Pihaknya tidak mempermasalahkan adanya dukungan dari bobotoh terhadap Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan nomor urut 02 Prabowo Subianto.
"Kan semua orang punya hak politik, saya rasa siapa pun silahkan ada bobotoh Jokowi dan Prabowo. Cuma kan kemarin tidak memakai etika, karena (Bobotoh) Persib kan bisa dibilang majemuk," kata Asep saat dihubungi, Rabu (20/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengkhawatirkan insiden ini berlanjut dalam laga-laga Maung Bandung di kandang nantinya terutama saat adanya tokoh-tokoh politik yang datang di stadion. Apalagi dalam waktu dekat pembukaan Piala Presiden digelar di Bandung.
Dia mengatakan bukan tidak mungkin nantinya ada teriakan balasan dari bobotoh yang pro terhadap Jokowi. Situasi ini tentunya menjadi tidak baik untuk nama baik bobotoh sebagai suporter besar di Indonesia.
"Yang kami khawatirkan itu nanti saat pembukaan Piala Presiden kalau pak Jokowi hadir ada teriakan (Prabowo) itu. Pasti nanti ada teriakan Jokowi juga. Kita khawatirkan jadi tidak kondusif. Jokowi nanti kan hadir bukan sebagai Capres, tapi presiden kita semua, itu yang harus diingat," ungkap dia.
Asep berharap bobotoh bisa melupakan sejenak perbedaan pilihannya ketika berada di stadion untuk mendukung Persib. Jangan sampai perbedaan sikap politik ini mengganggu kondusifitas di tubuh bobotoh.
"Kita seharusnya saling menghargai ketika berada di stadion. Tetap fokus mendukung Persib, menjadi bobotoh yang baik. Silahkan menyampaikan sikap politik, tapi tidak di stadion," kata Asep.
Simak Juga 'Ridwan Kamil Diteriaki 'Prabowo' Saat Nonton Persib Bandung':
(mud/ern)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini