DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 12:55 WIB

Bawaslu Jabar Dalami Dugaan Pelanggaran Ridwan Kamil dan Uu

Mochamad Solehudin - detikNews
Bawaslu Jabar Dalami Dugaan Pelanggaran Ridwan Kamil dan Uu Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Bawaslu Jabar mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum terkait dukungan politik kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Emil, sapaan Ridwan, dilaporkan oleh Advokat Indonesia Bergerak ke Bawaslu RI. Mereka menilai Emil menyampaikan orasi politik saat peringatan hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) pada 9 Februari 2019. Pelapor menganggap acara peringatan hari lahir tersebut terselip deklarasi dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf dari relawan Jokowi di Garut.

Sementara Wagub Uu dianggap melanggar karena memanfaatkan acara temu ilmiah Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam Regional Jabar untuk deklarasi dukungan kepada pasangan 01. Acara itu digelar di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (5/2).


Ketua Bawaslu Jabar Abdullah memerintahkan Bawaslu Garut dan Bawaslu Kota Tasikmalaya untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut. Meski saat ini belum ada limpahan berkas dari Bawaslu RI khususnya terkait laporan Emil.

"Teman-teman sudah kami perintahkan melakukan pengawasan. Di Garut sedang pendalaman lagi proses," kata Abdullah saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, bila dilihat dari sisi waktu pelaksanaan, tidak ada temuan pelanggaran. Namun dia masih akan memastikan acara deklarasi yang dilakukan Emil tidak ada pelanggaran kampanye.

"Sabtu memang hari libur, nah cuman perlu kita lihat kegiatannya itu apa mengarah rapat umum karena secara jumlah. Soalnya saat ini belum masuk tahapan tahapan kampanye rapat umum," ucapnya.

Selain itu, dia juga ingin memastikan, kehadiran Emil di acara tersebut tidak menggunakan fasilitas negara. Pasalnya, meski kegiatan politik yang dilakukan kepala daerah boleh dilakukan asalkan digelar di hari libur, tapi tidak boleh memanfaatkan fasilitas negara.

"Walau belum ada limpahan (laporan) dari Bawaslu RI kita cek karena status kepala daerah walau hari libur, tapi ada ketentuan tidak boleh gunakan fasilitas negara," ujar Abdullah.


Untuk persoalan Uu, Bawaslu tengah mengkajinya. Sebab dari informasi yang dia terima, Uu hadir di acara OJK lalu terselip kegiatan deklarasi untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Itu juga sedang ditangani Kota Tasik. Karena kegiatan infonya OJK, di akhir kegiatan ada momen deklarasi. Itu juga terjadi di hari libur nasional. Tapi kita harus pastikan kehadiran Pak Uu kapasitasnya dalam wagub meski dalam libur nasional. Terus perlu pastikan tidak ada fasilitas negara juga," ujarnya.

Dia menegaskan kepala daerah diperbolehkan mengikuti acara kampanye atau kegiatan politik lainnya dengan mematuhi syarat yang ditentukan. Syaratnya yaitu harus dilakukan saat cuti dan hari libur kerja. Selain itu tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas negara.

"Contohnya saja menggunakan kendaraan dinas, terus juga memanfaatkan program untuk menyosialisasikan pasangan calon," ujar Abdullah.


Simak juga video 'Kang Emil Dilaporkan ke Bawaslu, BPN: Kasihan Warga Jabar':

[Gambas:Video 20detik]


Bawaslu Jabar Dalami Dugaan Pelanggaran Ridwan Kamil dan Uu

(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed