detikNews
Rabu 06 Februari 2019, 23:22 WIB

Huni Sel Mewah Lapas Sukamiskin, Suami Inneke Bayar Rp 700 Juta

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Huni Sel Mewah Lapas Sukamiskin, Suami Inneke Bayar Rp 700 Juta Lapas Sukamiskin Bandung (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Praktik jual-beli sel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin akhirnya terungkap. Narapidana ternyata bisa memesan sel sebelum dieksekusi.

Hal itu dialami Fahmi Darmawansyah napi tipikor sekaligus terdakwa kasus suap izin keluar Lapas Sukamiskin. Suami dari aktris inneke Koesherawati ini mengaku membayar sel hingga Rp 700 juta kepada broker yang juga napi di Lapas Sukamiskin.

Praktik jual-beli sel mewah itu diungkapkan Fahmi saat menjadi saksi untuk terdakwa eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (6/2/2019).


Dalam persidangan, Fahmi menyebut awalnya menerima informasi dari penasihat hukum bahwa kamar atau sel di Lapas Sukamiskin itu berebut. Untuk mendapatkan kamar mewah, menurut Fahmi, diperlukan biaya.

"Jadi kalau mau dapat kamar booking dulu. Dari informasi itu, mengutus orang ke Sukamiskin mengecek, ternyata benar," ujar Fahmi.

Uang muka lalu diberikan oleh utusan Fahmi itu kepada broker secara tunai sebesar Rp 100 juta. Sisa pembayaran dilakukan melalui transfer.

"Dari situ dikasih DP Rp 100 juta setelah itu melalui transfer Rp 600 juta," kata Fahmi mengungkapkan.

"Begitu saya masuk (ke Lapas Sukamiskin) sudah dapat fasilitas," ucap Fahmi tanpa menyebut aneka fasilitas tersebut.

Lapas Sukamiskin BandungLapas Sukamiskin Bandung Foto: Baban Ganda Purnama
Jaksa KPK M Takdir Suhan membenarkan hal tersebut. Berdasarkan pengakuan Fahmi di persidangan, ada praktik jual-beli kamar dengan aneka fasilitas yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

"Jadi tadi di awal sebelum adanya putusan sudah ada penyampaian oleh tahanan yang lebih dahulu di Sukamiskin, menyampaikan bahwa stok kesediaan sel yang diinginkan menipis," kata Takdir usai persidangan.


Takdir mengatakan dari keterangan Fahmi, informasi adanya kamar berfasilitas ini juga melibatkan penasihat hukum. Sudah dipersiapkan juga waktu yang tepat untuk pemesanan kamar.

"Kemudian disebutkan Fahmi ada PH (penasihat hukum) yang menginfokan, jadi jadwal tuntutan, pleidoi sudah diset waktunya sehingga timing memesan sudah disiapkan dari awal. Sampai tadi pak Fahmi kasih DP Rp 100 juta. Untuk tanda jadi fix diselesaikan sebelum eksekusi," ucap Takdir.

"Jadi ketika dieksekusi ke lapas dikawal oleh brokernya sama staf KPLP," kata Takdir menambahkan.

Lapas Sukamiskin BandungLapas Sukamiskin Bandung (Foto: dok.detikcom)
Jaksa juga menyebutkan para napi Lapas Sukamiskin bebas waktu keluar dari dalam kamar. Bahkan Fahmi hanya mendapatkan waktu Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) satu hari dari ketentuan tujuh hari.

"Semestinya tadi ditanyakan Mapenaling, faktanya hanya satu hari. Dan aktivitas kegiatan lapas bebas. Karena tadi ditanyakan ada enggak batasan waktu, kan tadi ada batasan waktu ya keluar sel isoma (istirahat, salat, makan) keluar, masuk lagi, ini bebas enggak ada waktu. Jadi aktivitas enggak ada di sel," tutur Takdir.

Fahmi tak membantah soal pembayaran Rp 700 juta untuk sel 'mewah' yang dilengkapi alat pendingin ruangan, kulkas hingga televisi. Fahmi membayar sebelum menghuni ke Lapas Sukamiskin.

"Saya booking dulu harus lunas sebelum sampai (Sukamiskin)," ucap Fahmi usai persidangan.


Untuk pembayarannya, Fahmi mengaku membayar kepada seorang broker yang juga napi di Lapas Sukamiskin. Fahmi mengungkapkan broker tersebut bernama Ihsan, napi tipikor BUMD di Sukabumi.

"Bayarnya ke broker warga binaan juga. Tapi dia sudah keluar, kasus tipikor BUMD Sukabumi," ujar Fahmi.

Selain biaya sel, Fahmi juga mengungkap adanya iuran bulanan sebesar Rp 1,5 juta. Lantaran Fahmi menggunakan AC, dia harus membayar penambahan biaya sebesar Rp 500 ribu. "Rp 1,5 juta. Itu per bulan. Karena saya ditambah AC jadi tambah Rp 500 ribu," kata Fahmi.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed