DetikNews
Minggu 03 Februari 2019, 16:57 WIB

Pemkot Bandung Segel Pabrik Girder Kereta Cepat

Tri Ispranoto - detikNews
Pemkot Bandung Segel Pabrik Girder Kereta Cepat Demo warga terkait pabrik girder kereta cepat di Bandung. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung -

Bandung - Pemkot Bandung akhirnya melakukan penyegelan terhadap pabrik PT Central International Property (CIP) di lahan milik Ciputra BizPark. CIP sendiri dibangun untuk menjadi pabrik girder kereta api cepat.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana membenarkan mengenai penyegelan tersebut. Menurutnya penyegelan dilakukan pada Jumat 1 Februari lalu.

"Sudah disegel. Iya kan sudah SP3," ujar Yana kepada detikcom, Minggu (3/2/2019).

Yana mengatakan sebenarnya PT CIP sudah kooperatif pada pemerintah dan warga setempat. Hanya saja kendala ada di pemilik lahan yakni Ciputra BizPark.

"Kita segel sampai waktu yang belum ditentukan," katanya.

Pihaknya memastikan tidak mempersulit siapa pun dalam melakukan kegiatan atau investasi di Kota Bandung. Hanya saja harus dilakukan sesuai aturan.

"Ikutilah regulasi yang ada. Punya lahan bukan berarti bebas membangun, tapi ada regulasi dan perizinan yang harus ditempuh. Saya pastikan pemerintah tidak akan mempersulit selama persyaratan dipenuhi," ujar Yana.

Sebelumnya pemerintah telah memanggil pihak-pihak terkait untuk mengklarifikasi temuan di lapangan. Dari hasil pertemuan tak kunjung menghasilkan titik temu dan banyak pernyataan yang berbeda satu sama lain.

Pemkot Bandung Segel Pabrik Girder Kereta CepatFoto: Tri Ispranoto

Kasus ini bermula dari aduan warga Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung yang menuntut keadilan karena jalan dan sungai terkena imbas pembangunan pabrik girder. Warga menuntut solusi agar jalan yang selama ini digunakan tidak ditutup. Bahkan sungai warga diurug untuk kepentingan pembangunan.

"Aspek sosial ini harus diperhatikan dan diselesaikan. Jangan sampai bola panas dilempar ke kita (Pemkot Bandung)," kata Yana saat itu.

Tidak hanya itu PT CIP juga juga tidak memiliki IMB dan Amdal, sementara pembangunan sudah mulai dilakukan. Setelah melayangkan surat peringatan, kini pabrik tersebut resmi disegel oleh pemerintah hingga batas yang belum ditentukan.




(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed