9 Jaksa Kawal Kasus Dugaan Korupsi Sekda Tasikmalaya

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 13:29 WIB
Ketua Tim JPU Kejati Jabar Andi Adika (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menunjuk 9 orang jaksa untuk mengadili kasus korupsi dana hibah yang melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir. Jaksa tengah mempersiapkan dakwaan untuk dikirim ke pengadilan.

"Totalnya ada sembilan jaksa. Masing-masing tersangka ada satu jaksa," ucap Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Andi Adika di kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (26/11/2018).


Kesembilan tersangka yaitu Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, dua warga sipil Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan.

Mereka juga telah dilimpahkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar ke Kejati. Usai dilimpahkan, kesembilan tersangka akan ditahan selama 20 hari dititipkan di Rutan Klas 1 Kebonwaru Bandung.

"Setelah menerima (pelimpahan) kemudian kita segera membuat dakwaan. Dalam waktu dekat setelah selesai kita kirim ke pengadilan," katanya.


Andi mengatakan dalam persidangan nanti pihaknya menyiapkan sebanyak 15 orang saksi untuk dimintai keterangan di pengadilan. Menurut Andi, dari 15 orang itu, tak ada nama eks Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

"(Uu) tidak dijadikan saksi. Karena belum ada indikasi dan alat bukti mengarah kepada beliau," ucap Andi.

Kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan polisi. Ada dugaan 'penyunatan' dana hibah untuk 21 yayasan di Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.


Dana yang seharusnya diberikan utuh itu 'disunat' oleh Sekda Tasik dan stafnya. Yayasan tersebut hanya mendapatkan 10 persen dari total keseluruhan yang harus diberikan.

Dari kasus tersebut, masing-masing tersangka menerima keuntungan beragam dari mulai Rp 70 juta hingga paling besar Rp 1,4 M. Sekda Tasikmalaya mendapat keuntungan paling besar.

Berdasarkan hasil penghitungan dari Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya nomor : 700/1129/Inspektorat tanggal 28 September 2018 dengan hasil negara mengalami kerugian mencapai Rp 3,9 miliar. (dir/bbn)