DetikNews
Rabu 21 November 2018, 13:16 WIB

Teman Sekelas Nobar Video Porno Siswi Karawang Pakai Proyektor

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Teman Sekelas Nobar Video Porno Siswi Karawang Pakai Proyektor Mahasiswa pelaku video porno dengan siswi di Karawang ditangkap polisi. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Polisi mengungkap kasus penyebaran video porno mahasiswa dan siswi asal Karawang, Jawa Barat. Sebelum menyebar luas, video itu pernah diputar di sebuah ruang kelas salah satu SMA negeri di Karawang. Puluhan siswa teman sekelas dan teman dari kelas lain nonton bareng (nobar) video adegan seks tersebut.

"Salah satu siswa menggunakan proyektor dan memutar video mesum itu saat jam kosong. Video itu ditonton ramai-ramai, beberapa siswa merekam adegan di proyektor menggunakan ponsel," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Rabu (21/11/2018).


Saat ini, polisi sedang memeriksa intensif puluhan siswa yang ikut menonton dan merekam adegan tersebut. Termasuk memeriksa S, siswa yang berinisiatif memutar video mesum menggunakan proyektor.

"Kami sedang mendalami kasus ini, dan sedang menentukan tersangka yang menyebarkan video porno itu," tutur Slamet.

Puluhan siswa diperiksa karena diduga ikut menyebarkan video adegan mesum tersebut. "Saat ini sedang kami periksa semuanya. Untuk sementara, status mereka masih saksi," ujar Slamet.

Slamet mengungkapkan, video itu dibuat pada pertengahan Juli 2018 dalam kamar sebuah hotel di wilayah Karawang Barat. M dan A membuat dua video mesum berdurasi 2 menit 31 detik dan 1 menit 31 detik. Sejumlah adegan seks dilakukan di ranjang dan toilet.


Tiga bulan kemudian atau pada Oktober 2018, siswi A yang tengah bersekolah meminta M untuk mengirim video mesum mereka. "Video itu lalu dikirim ke handphone milik M," katanya.

Hal itu kemudian diketahui oleh D, teman satu kelas A. Tanpa sepengetahuan A, D mengambil handphone milik A kemudian mengirimkan file video tersebut ke ponsel miliknya. "Video itu lalu tersebar ke teman-temannya," kata Slamet.

Video tersebut membuat geger para siswa di SMA negeri tersebut. "A kita tetapkan sebagai korban," ucap Slamet.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed