DetikNews
Kamis 08 November 2018, 16:58 WIB

Warga KBB Terdampak Pergerakan Tanah Diimbau Tinggalkan Rumah

Rachmadi Rasyad - detikNews
Warga KBB Terdampak Pergerakan Tanah Diimbau Tinggalkan Rumah Lantai rumah retak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Bandung Barat - Sebanyak 123 kepala keluarga (KK) yang menghuni 48 rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Jauh dan Kampung Cihantap, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diselimuti ketakutan. Pergerakan tanah tersebut dipicu longsor yang terjadi pada Selasa (30/10).

Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid menyebut rumah warga yang terdampak pergerakan tanah mengalami retak pada bagian dinding dan lantai sehingga berpotensi roboh. "Kondisinya mengerikan," kata Abdul saat memantau rumah warga yang terdampak pergerakan tanah di Kampung Cihantap, RT 2 RW 7, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, KBB, Kamis (8/11/2018).


Melihat keadaan tersebut, Abdul menghimbau agar warga yang terdampak segera meninggalkan rumah. Dia menyatakan akan segera menyiapkan posko pengungsian.

"Saya mengimbau kepada RT dan RW yang kena dampak supaya meninggalkan tempat tinggal, apalagi ketika hujan deras. Nanti Pemdes menyiapkan untuk mengungsinya," ucapnya.

Warga KBB Terdampak Pergerakan Tanah Diimbau Tinggalkan RumahTembok rumah warga rusak karena pergerakan tanah. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Namun, Abdul mengungkapkan, masih ada warga yang enggan untuk dievakuasi mengingat banyaknya barang-barang berada di rumah. Dia menegaskan agar warga lebih mementingkan nyawa dibanding barang.

"Tapi masyarakat meninggalkan rumah itu berat, soalnya ada barang. Tapi saya bilang supaya masyarakat jangan sayang sama barang, tapi sama jiwa," ujar Abdul.


Selain itu, Abdul meminta agar pemerintah KBB bisa memberikan bantuan untuk mengevakuasi warganya. Sebab, sambung dia, jika mengandalkan anggaran yang dimiliki desa jumlahnya tidak mencukupi.

"Ini mohon bantuan dari yang berkepentingan misalnya penanggulangan bencana atau APBN, soalnya ini harus direlokasi atau dipindahkan masyarakatnya. Kalau menggunakan anggaran desa tidak akan cukup," kata dia.

Sementara ini, Abdul bersama jajaran pemerintah desa akan terus berupaya menyosialisasikan kepada warga agar meninggalkan rumah. Salah satu imbauannya melalui pemasangan spanduk.


Saksikan juga video 'Ngeri! Ada Tanah Bergerak Melorot di Banjarnegara':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed