DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 12:16 WIB

Agar Tidak Kumuh, Pemkot Bandung akan Seragamkan Tenda PKL Cicadas

Tri Ispranoto - detikNews
Agar Tidak Kumuh, Pemkot Bandung akan Seragamkan Tenda PKL Cicadas PKL Cicadas/Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Keberadaan PKL di sepanjang trotoar Jalan Ahmad Yani (Cicadas) hingga berakhir kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil belum juga berhasil diatasi. Hingga kini kawasan Cicadas tetap kumuh.

Kini, Pemkot Bandung memutuskan untuk merelokasi sedikitnya 600 pedagang yang tempat yang belum ditentukan. Untuk jangka pendek agar tidak terlalu kumuh, Pemkot akan mengganti tenda pada PKL tersebut.



Menurut Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana penataanakan dilakukan dengan membuat tenda seragam bagi semua PKL.

"Lokasinya tetap sama di atas trotoar. Trotoar kan lebarnya lima meter, sekarang Distaru sedang buat desain dengan lebar 1,5 meter untuk tenda PKL," ujar Yana seperti dikutip dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (18/10/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Kasatgasus PKL ini menjelaskan secara prinsip kawasan Cicadas adalah zona terlarang bagi PKL. Hanya saja terdapat diskresi bahwa wali kota dapat melakukan penataan dari sisi waktu atau pun jenis komoditas.



Yana mencontohkan, pemerintah bisa mengatur waktu para PKL berjualan seperti ada libur satu hari dalam satu pekan. "Atau komoditas yang dijualnya ditentukan. Misal produknya harus tersertifikasi atau sebagainya," katanya.

Dalam penataan tersebut rencananya akan dibuat sejumlah kelompok sosial yang terdiri dari beberapa PKL. Mereka nantinya memiliki tugas untuk menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar Cicadas.

"Jadi kalau di areal itu ditemukan sampah, dibuat komitmen yang membuang sampah sembarangan harus disanksi tidak boleh berjualan satu atau dua hari. Jadi kelompok kecil itu punya tanggung jawab untuk kebersihan," ucapnya.

Menurut Yana, penataan tersebut adalah bagian dari langkah jangka pendek pemerintah untuk menertibkan PKL. Sementara untuk jangka panjang rencananya PKL akan direlokasi ke tempat yang tidak jauh dari mereka berjualan saat ini.

"Ada beberapa opsi tempat (relokasi), tapi itu harus diajukan. Masih perlu proses. Kalau pun relokasi, kami berharap tidak terlalu jauh karena PKL Cicadas banyak warga setempat. Agar hokinya tidak jauh-jauh. Saya juga pengusaha, believe it not hoki itu berpengaruh," ujar Yana.



Seperti diketahui masalah PKL Cicadas adalah salah satu PR besar bagi Pemkot Bandung yang belum terselesaikan. Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung menjanjikan akan membuat skywalk sebagai solusi. Namun hingga akhir masa jabatannya skywalk tersebut tak terealisasi.

Pada masa Pilwalkot Bandung 2018, Oded M Danial tak sepakat dengan rencana pembuatan skywalk. Oded menjanjinjan jika menjadi wali kota akan melakukan penataan PKL dengan cara relokasi.



Oded beralasan relokasi adalah solusi yang sudah disepakati saat ia masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung sekaligus Kepala Satgasus PKL. Namun secara tiba-tiba Ridwan Kamil ingin membuat skywalk.

"Sebenarnya hasil rapat Satgasus PKL rekomendasinya untuk jangka pendek itu penataan. Setelah itu ada APBD pembebasan tanah untuk relokasi. Kalau Pak Wali (Ridwan Kamil) skywalk, kalau saya relokasi," ujar Oded, Selasa 27 Februari 2018 lalu.


Saksikan juga video 'Wali Kota dan ASN Pemkot Bandung Salat Istisqa Minta Hujan':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed