DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 16:22 WIB

2 Anak Pengeroyok Haringga Didakwa Pasal Pembunuhan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
2 Anak Pengeroyok Haringga Didakwa Pasal Pembunuhan Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Bandung - Dua anak terdakwa pengeroyok suporter Persija, Haringga Sirla, mulai memasuki persidangan. Terdakwa yaitu ST (17) dan DN (16) diancam hukuman 15 tahun bui.

Hal itu tertuang dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dalam sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (16/10/2018). Sidang berlangsung secara tertutup di ruang sidang anak.


Dalam petikan surat dakwaan dari jaksa yang diterima detikcom, ST dan DN didakwa dua pasal. Dakwaan pertama, para terdakwa dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam dakwaan ini, ancaman hukuman mencapai 15 tahun bui.

Selain itu, ST dan DN juga didakwa Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunia juncto UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Ancaman hukuman dalam pasal ini mencapai 12 tahun.

Haringga Sirla semasa hidupHaringga Sirla semasa hidup. (Foto: Nur Azizah/detikcom)
Dalam surat dakwaan disebutkan ST dan DN datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk menyaksikan pertandingan Persib melawan Persija pada 23 September 2018. ST yang saat itu tengah minum kopi di pintu gerbang biru, mendengar ada keributan.

"Pelaku I (ST) menghampiri sumber suara dan melihat korban sedang dipukuli oleh beberapa Bobotoh. Korban saat itu sudah dalam posisi duduk namun masih sadar," kata jaksa, Melur Kimaharandika, dalam surat dakwaan yang diterima detikcom.

ST ikut emosi dan ikut memukul korban menggunakan tangan kiri ke arah punggung korban sebanyak satu kali. Tak puas, ST mundur dan mengambil besi keling yang disimpan di saku celana.

"Pelaku anak I selanjutnya memasangkan besi keling dan memukul korban sebanyak dua kali," katanya.


Terdakwa lainnya, DN, mengaku mendengar ada keributan. Dia yang juga tengah ngopi, menghampiri sumber keributan itu.

"Mengetahui korban adalah The Jak (suporter Persija), pelaku anak dua (DN) ikut menendang punggung korban sebanyak dua kali dan setelah korban terjatuh menginjak perut korban dua kali," ucapnya.

Dalam surat dakwaan disebutkan, kedua terdakwa yang masih di bawah umur itu nekat menganiaya karena dipicu permusuhan antar suporter kedua tim. Pelaku terpicu lantaran korban merupakan suporter bebuyutan Persib.

Selain pembacaan surat dakwaan, sidang langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Sebanyak tujuh saksi dihadirkan di antaranya empat pelaku dewasa yang belum disidang dan tiga orang dari Polrestabes Bandung.

"Setelah pembacaan surat dakwaan tadi, kami penasihat hukum tidak melakukan eksepsi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Tadi ada 7 orang saksi. Untuk saksi dari korban baik keluarganya memang tidak ada," kata pengacara terdakwa, Dadang Sukmawijaya, saat dikonfirmasi.


Soal surat dakwaan tersebut, pengacara menyoroti penerapan pasal pembunuhan. Dia menilai, jaksa tak percaya diri dengan Pasal 170 yang sejak awal diterapkan kepada para terdakwa.

"Kalau melihat dakwaan, posisinya 338 saya lihat dan pelajari, buat saya itu jaksa tidak percaya diri dengan adanya penambahan pasal. Karena ini sifatnya pengeroyokan, bukan tujuan utama membuat meninggal dunia. Apalagi ini bareng-bareng dan pelaku enggak ada yang kenal dengan korban," tutur Dadang.

Pihaknya akan mempelajari lebih lanjut soal dakwaan yang diberikan kepada kedua anak itu. Nantinya, kata Dadang, pihaknya akan memberi pembelaan atas dakwaan jaksa.

Sidang kasus tersebut dilanjutkan pekan depan. Jaksa akan langsung memberi tuntutan kepada kedua orang pelaku anak tersebut.


Simak Juga 'Sadis! Beginilah Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed