Gadis Korban Penyekapan Pulang ke Sukabumi, Begini Harapan Ortu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 14 Sep 2018 13:33 WIB
Orang tua Entin. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Entin Suntini (16) korban peneykapan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) akhirnya dapat berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya, Oden Permana (45) dan Enok (44). Entin tiba di kampung halamannya pada Jumat (14/9/2018), sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat kedatangannya dinihari tadi, Entin disambut sebagian warga di Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Siang ini Entin terlihat lebih cerah, sesekali dia bercanda dengan teman sepermainannya.

"Mungkin jangan dulu ditanya-tanya pak, masih trauma," kata Oden kepada detikcom di kediamannya. Jumat (14/9/2019) siang.


Oden mengaku berhutang budi ke aparat dusun, desa hingga polisi yang begitu cepat merespon informasi. Kini Oden berjanji memberikan pengawasan ekstra agar putrinya tersebut tidak kembali menjadi korban perdagangan manusia.

"Siapa yang mau menjadi korban seperti itu, niat dia cuma ingin kerja tapi malah berkenalan dengan orang yang salah. Syukur alhamdulillah dia bisa pulang dengan selamat, terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu Entin sampai pulang," tutur Oden.

Sementara itu, Enok akan memberikan pilihan kepada putrinya itu apakah akan kembali bersekolah atau dinikahkan. Dia mengaku trauma dengan kehidupan yang dijalani Entin selama di Malaysia.

"Dia mau menikah kalau ada yang sama-sama suka yang kami nikahkan, dia mau bersekolah ya kami sekolahkan. Kalau untuk bekerja tidak akan kami izinkan dulu, saya ibunya masih trauma," ucap Enok.


Enok yang kemarin hadir di Mabes Polri mengaku shock saat melihat Entin. Enok bahkan sempat pingsan ketika putrinya itu datang memeluk.

"Saya ngebayangin putri saya bisa sampai ke Malaysia dibawa orang saja sudah sakit, ketika lihat ada di depan saya emosi antara bahagia, senang, kaget dan sedih jadi satu," ujarnya.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada Ai Maryati yang menyelamatkan Entin di Malaysia. "Titipkan salam hormat saya untuk ibu Neng Ai (Neng Ai Maryati) yang bersedia menampung anak saya dan mencari cara agar anak saya bisa pulang serta berkumpul lagi dengan kami. Dia sudah saya anggap saudara sendiri. Tanpa bu Neng, mungkin anak saya sekarang sudah entah dimana," tutur Enok.

(sya/bbn)