DetikNews
Senin 03 September 2018, 14:37 WIB

Pesan Psikolog Agar Anak Tak Jadi Korban Bully

Tri Ispranoto - detikNews
Pesan Psikolog Agar Anak Tak Jadi Korban Bully Usai kasus bully, siswa SD Pajagalan dimintai saling berpelukan/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Kasus perundungan atau bully yang menimpa seorang bocah di dalam kelas SDN 023 Pajagalan Kota Bandung seolah menjadi pengingat bagi orang tua agar tak lengah dalam mengawasi anak di lingkungan rumah atau sekolah.

Praktisi Psikologi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bandung Agnia Amalia mengatakan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang anak menjadi pelaku atau korban bully.

"Salah satunya kealfaan sosok orang tua di rumah. Karena banyak orang tua yang menitipkan anak kepada orang tua pengganti," ujar Agnia usai memberi bimbingan psikologis pada anak di SDN 023 Pajagalan, Senin (3/9/2018).

Menurutnya hal itu membuat anak mengikuti segala kelakuan orang lain yang lebih sering bersamanya. Seperti halnya anak yang sering melihat pertengkaran akan cenderung mengikutinya, sebab orang tua tidak memberi larangan atau batasan.



Sudah seharusnya, kata Agnia, orang tua memberikan contoh baik terhadap anaknya dan membangun komunikasi intens tanpa harus menunggu momen-momen tertentu.

"Kalau anak keseringan nonton TV tanpa ada batasan nanti bisa diikuti apa yang dilihatnya. Begitu juga saat anak melihat orang tua merokok, pasti jadi contoh. Atau orang tua bertengkar di rumah, bisa saja itu jadi contoh untuk mereka melakukan di sekolah," katanya.



Agnia berharap orang tua bisa lebih membangun komunikasi baik dan memiliki waktu khusus bagi anak untuk saling mendiskusikan apa yang sedang terjadi saat ini atau di masa yang akan datang.

"Peran orang tua harus lebih aktif. Apalagi anak SD ini masih rentan pada sesuatu hal yang sifatnya negatif. Komunikasi orang tua dan guru juga penting, tidak hanya dilakukan saat pembagian rapot saja," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Agnia memberikan bimbingan piskologis pada siswa kelas empat hingga enam SDN 023 Pajagalan. Mereka diberi pemahaman bagaimana mencegah bully dan kekerasan seksual.

Bimbingan yang dilakukan di area lapangan upacara ini dikemas secara meriah dengan disisipi permainan-permainan yang membuat siswa tidak bosan untuk mengikutinya.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed