DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 08:36 WIB

Uang hingga Kulkas Menyelinap di Sel Napi Lapas Sukamiskin

Mochamad Solehudin - detikNews
Uang hingga Kulkas Menyelinap di Sel Napi Lapas Sukamiskin Aneka barang yang disita dari dalam sel narapidana Lapas Sukamiskin Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom).
Bandung - Sidak digelar Kemenkum HAM di Lapas Sukamiskin, Minggu (22/7) malam. Bebersih sel penjara tua di Kota Bandung ini buntut penangkapan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen oleh KPK. Aparat gabungan menemukan aneka barang berharga yang 'haram' masuk kamar narapidana.


Usai razia, petugas memamerkan barang bukti hasil geledah dari kamar penghuni sel. Terbukti ada barang-barang yang dibiarkan menyelinap ke kamar warga binaan.

Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami geleng-geleng kepala melihat langsung barang-barang yang menghiasi sel tahanan. Sri memimpin langsung operasi tersebut.

"Harusnya enggak boleh masuk ke dalam. Makanya sekarang kami lakukan pembenahan. Kalau berpedoman pada SOP, enggak bisa masuk (barang yang ditemukan di sel)," kata Sri di Lapas Sukamiskin usai sidak.

Kita akan melakukan pembenahan (penjara di Indonesia), sesuai instruksi Menteri Hukum dan HAM (Yasonna Laoly). Kita akan kembalikan sesuai standar," ujarnya menambahkan.


Razia melibatkan petugas dari berbagai lapas di Jabar ini berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.55 WIB. Mereka menyisir seluruh blok Lapas Sukamiskin, termasuk kamar napi kasus korupsi.

Barang disita petugas dari sel warga binaan di antaranya kulkas, televisi, speaker, kompor gas, tabung gas, microwave, dispenser, dan alat-alat masak. Petugas turut menyita duit sebanyak Rp 102 juta.

Uang hingga Kulkas Menyelinap di Sel Napi Lapas SukamiskinSejumlah barang bukti yang ditemukan petugas dari kamar penghuni Lapas Sukamiskin Bandung. (Foto: M Solehudin/detikcom)
Uang tersebut, ditemukan di dalam kamar para tahanan. Namun Sri tidak merinci uang tersebut didapat dari kamar tahanan korupsi atau tahanan lainnya.

"Tidak boleh ada peredaran uang. Nanti (uang ini) diregister, terus kalau ada keluarganya (narapidana) datang bisa dikembalikan," ucap Sri.


Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen seolah menyingkap dugaan praktik culas di dalam lapas. OTT yang digelar KPK pada Jumat (20/7) itu bahkan menemukan sel kosong, yakni sel yang seharusnya dihuni Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana. Belakangan dinyatakan pihak Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, keduanya sedang berobat.

Dari OTT itu, KPK mengamankan barang bukti suap fasilitas sel mewah dan izin napi di Lapas Sukamiskin yakni uang total RP 279.920.000 dan USD 1.410. Selain itu, ada du mobil Wahid Husen yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Pajero Sport Dakkar.


Selain Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, ada 3 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin, yakni staf Wahid Husen, Hendry Saputra.

Sedangkan tersangka pemberi suap adalah suami Inneke, Fahmi Darmawansyah, napi korupsi, dan Andi Rahmat, narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi.

Uang hingga Kulkas Menyelinap di Sel Napi Lapas SukamiskinLapas Sukamiskin Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)


Tonton juga video: 'Bamsoet Desak Kemenkumham Usut Suap Fasilitas Lapas'

[Gambas:Video 20detik]


(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed