Jalani Sidang, Shinta Akui Aniaya Bayi Calista

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 03 Jul 2018 21:47 WIB
Terdakwa Shinta (rompi merah) saat menjalani persidangan. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Shinta (27) menjalani sidang pemeriksaan saksi perkara penganiayaan bayi Calista. Dalam sidang itu terdakwa sekaligus ibu korban, Shinta, nampak tertunduk lesu.


Kepada majelis hakim, Shinta mengaku telah membenturkan kepala anaknya berusia 15 bulan tersebut hingga mengenai rak piring. Akibat benturan itu, Calista kejang-kejang dan dibawa ke RSUD Karawang.

"Iya betul," kata Shinta menjawab pertanyaan hakim ketua Victor Suryadipta saat mengkonfirmasi ihwal tragedi penganiayaan Shinta kepada anaknya di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kabupaten Karawang, Selasa (3/7/2018).

Sidang sempat berjalan alot saat hakim mengkonfrontir keterangan saksi dan terdakwa. Shinta menuding sang pacar, Sudarja alias Dirja, pernah menggigit perut Calista.


Dirja, yang hadir sebagai saksi, membantah keterangan Shinta. Dirja dan kedua orang tuanya bersaksi pernah melihat Shinta mencubit dan menganiaya Calista di rumah mereka.

"Jawaban akan kami pertimbangkan. Untuk sementara sidang ditunda," kata hakim Victor.

Jalani Persidangan, Shinta Akui Aniaya Bayi CalistaTerdakwa Shinta (rompi merah) hadir dalam sidang kasus penganiayaan anaknya. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Sambil duduk di ruang sidang, terdakwa Shinta kerap mengelus perutnya yang agak membesar. Rupanya ia tengah hamil tiga bulan.

Hal tersebut terungkap saat kuasa hukum Shinta bertanya kepada Dirja. Soal kehamilan Shinta itu Dirja bertanggung jawab.

"Iya saya yang melakukannya. Beberapa kali di rumah orang tua saya," kata Dirja saat menjawab pertanyaan kuasa hukum Shinta.


Shinta memang sempat tinggal di rumah orang tua Dirja, Kampung Iplik, RT 02 RW 12, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Di rumah itulah Calista kejang-kejang hingga koma akibat penganiayaan terdakwa.

Dalam persidangan ini, jaksa penuntut umum (JPU) Angga Pandansari menghadirkan empat orang saksi. Mereka terdiri ayah Shinta, Syarif Hidayat, Dirja, serta orang tua Dirja, Empin dan Sarwi.

Sidang lanjutan diagendakan pada Rabu (11/7/2018) untuk mendengarkan sejumlah saksi lain dari JPU. Dalam sidang sebelumnya, Shinta didakwa hukuman lima tahun penjara karena melanggar Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (bbn/bbn)