Gelorakan #SaveTemanOrangGila, Warganet Bahas Penghargaan HAM

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 14:58 WIB
Panti Aura Welas Asih di Sukabumi tutup. (Foto: istimewa)
Sukabumi - Warganet di Sukabumi bereaksi atas rencana penutupan Panti Aura Welas Asih yang dikelola Deni Solang, relawan sosial dari Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Komentar warganet beragam.

Mereka menyesalkan rencana penutupan panti yang khusus menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut. Bukan hanya itu, warganet menyinggung pemberian penghargaan yang diraih Pemkab Sukabumi sebagai kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami menyesalkan rencana penutupan panti oleh pemilik dan pengelolanya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau benar-benar di tutup Sukabumi akan kembali dibanjiri oleh penderita gangguan jiwa di jalanan," kata Dede Abdul Latif, salah satu warganet yang menggelorakan tagar #SaveTemanOrangGila, kepada detikcom via telepon, Rabu (20/12/2017).

Baca juga: Panti Milik 'Teman Orang Gila' Tutup, Bagaimana Nasib Pasiennya?

Ia mengkritisi pemberian penghargaan yang ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ada. Karena, menurut Dede, penderita gangguan jiwa sudah sepantasnya mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

"Ini tentunya sangat memalukan, di satu sisi menerima penghargaan HAM, di sisi lain malah mendapat kemunduran dalam penanganan sosial di wilayahnya," ucap Dede.

Gelorakan #SaveTemanOrangGila, Warganet Bahas Penghargaan HAM(Foto: tangkapan layar Facebook)
Warganet lainnya sekaligus aktivis sosial, Ruslan Raya, menyesalkan rencana penutupan panti untuk orang gangguan jiwa yang dikelola Deni Solang. Dia berharap Pemkab Sukabumi segera mengambil langkah sebelum penderita kejiwaan kembali bergerombol di jalanan.

"Palabuhanratu kota wisata, masa iya mau dipenuhi dengan orang gila. Secepatnya bupati dan unsur kedinasan mengambil langkah , jangan ada penutupan panti tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan 'Teman Orang Gila' di Sukabumi Tutup Panti Miliknya

Melalui grup Facebook 'Mata Sosial', Ruslan menantang Bupati Sukabumi Marwan Hamami untuk berjabat tangan dengan penghuni panti. "Saya TANTANG BUPATI SUKABUMI UNTUK "JABAT TANGAN" PASIEN PANTI AURA WELAS ASIH..." tulisnya.

Dikutip dari laman resmi sukabumikab.go.id, penghargaan kepada Kabupaten Sukabumi diberikan oleh Menkumham Yasonna Laoly pada Minggu (10/12). Sukabumi dianggap sebagai salah satu kabupaten yang mengembangkan daerah berwawasan HAM. (bbn/bbn)