Panti Milik 'Teman Orang Gila' Tutup, Bagaimana Nasib Pasiennya?

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 11:09 WIB
Panti Aura Welas Asih di Sukabumi tutup. (Foto: istimewa)
Sukabumi - Panti Aura Welas Asih di Sukabumi saat ini merawat hampir 50 pasien kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Gara-gara keterbatasan biaya, pemilik panti yaitu Deni Solang yang berjuluk 'teman orang gila' menutup aktivitas panti. Lalu bagaimana nasib puluhan pasiennya itu?

Baca juga: Panti Milik 'Teman Orang Gila' di Sukabumi Terancam Tutup

Deni menyebut para sahabatnya itu masih proses tahap penyembuhan. "Siang ini rencananya kita serahkan kepada pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Terserah mereka, apa nasibnya (ODGJ) akan kembali ke jalanan atau bagaimana?" kata Deni kepada detikcom via telepon, Rabu (20/12/2017).

Deni mengaku nuraninya tidak menerima. Namun karena minimnya pembiayaan yang selama ini dominan uang pribadi, membuat Deni terpaksa memilih menutup panti.

"Berkali-kali kita berteriak karena biaya perawatan mulai menipis, mereka hanya menggambarkan rencana tapi tidak terealisasi," ujar Deni.
Panti Milik 'Teman Orang Gila' Tutup, Kemana Puluhan Pasiennya?Para pasien penghuni Panti Aura Welas Asih Sukabumi. (Foto: istimewa)
Menurut Deni, warga masyarakat mendukung penuh kehadiran panti yang menampung orang gangguan jiwa ini. Warga pasar, pedagang hingga tukang ojek kerap mendatangi panti miliknya untuk memberikan sumbangan.

Baca juga: Ini Alasan 'Teman Orang Gila' di Sukabumi Tutup Panti Miliknya

"Ada yang kasih sayuran, mi instan dan uang tunai. Syukur Alhamdulillah sebetulnya kita mendapat tempat dari warga. Tapi itu juga terbatas, tidak bisa dong harus terus-terusan seperti ini. Sementara mereka (ODGJ) yang ada di panti jumlahnya tidak sedikit," tutur Deni.

Selain mengembalikan penderita gangguan jiwa ke jalan tepat di depan Dinkes Kabupaten Sukabumi, kata Deni, pihak Rumah Sakit (RS) Marzuki Mahdi (RSMM) Bogor akan memboyong sebagian penderita untuk mendapatkan perawatan.

"Ada pihak RSMM yang akan jemput sebagian penderita siang ini, sisanya akan kita serahkan ke Pemda. Pasien yang kita kembalikan ke jalan ialah penderita yang selama ini kita sisir dari jalanan," ujar Deni. (bbn/bbn)