Ini Alasan 'Teman Orang Gila' di Sukabumi Tutup Panti Miliknya

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 09:54 WIB
Panti Aura Welas Asih yang terancam tutup/Foto: istimewa
Sukabumi - Panti Aura Welas Asih, di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terancam tutup operasional bahkan Panti yang biasa menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini tidak lagi menerima titipan penderita gangguan jiwa mulai hari ini.

Panti Aura Welas Asih sendiri beroperasi sejak tahun 2014, berangkat dari kepedulian Deni Solang seorang wiraswasta yang bergerak di bidang Gemstone. Menurut catatan Deni, sedikitnya ada 300 penderita kejiwaan yang mendapatkan perawatan.

"Lebih sebetulnya kalau 300 penderita yang kita rawat sejak tahun 2014, sebagian mereka datang dan pergi dengan kondisi sehat bahkan ada yang masih menetap hinga hari ini," kata Deni melalui sambungan telepon dengan detikcom, Rabu (20/12/2017).

Baca Juga: Panti Milik 'Teman Orang Gila' di Sukabumi Terancam Tutup

Deni mengaku dukungan warga Sukabumi amat besar agar pantinya bisa tetap bertahan, Deni tidak memungkiri selalu saja ada bantuan pangan dari warga pasar khususnya di Palabuhanratu. Namun bantuan itu tidak selamanya bisa diandalkan sepenuhnya karena masih banyak persoalan yang dihadapi oleh panti yang dia kelola.

"Hitung saja sekali makan Rp 15 ribu kalikan tiga, kali lagi 60 orang sudah berapa satu hari? Belum untuk biaya operasional sampai biaya mandi. Relawan memang tidak meminta bayaran, tapi tetap saja saya merasa bertanggung jawab untuk mereka," ujar Deni.

Deni mengaku ada donatur bulanan yang ikut memberikan sedekah ke panti miliknya, namun jumlahnya masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan pengeluaran pribadinya.

"Usaha saya tidak selamanya baik, niat saya tulus ikhlas karena awal saya membuat panti ini untuk memanusiakan manusia. Namun lama-lama ODGJ tambah banyak, yang nitip yang datang sendiri sampai akhirnya kita kerepotan," lanjutnya.

Tidak hanya melalui aksi sisir ODGJ, Deni juga menerima titipan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Peranan pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk penanganan ODGJ secara tidak langsung di ambil olehnya.

"Ada Puskesmas, Satpol PP, kecamatan hingga pihak Pekerja Sosial (Peksos) nitipin penderita gangguan jiwa ke tempat saya. Namun sekian lama pemkab Sukabumi tidak merespons teriakan kesulitan kami," tutupnya.

(avi/avi)