Abah Omay Pembuat Kompor Bahenol Pernah Sukses dengan Kompor Sumbu

Abah Omay Pembuat Kompor Bahenol Pernah Sukses dengan Kompor Sumbu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 26 Feb 2017 15:03 WIB
Abah Omay Pembuat Kompor Bahenol Pernah Sukses dengan Kompor Sumbu
Foto: Syahdan Alamsyah
Bandung - Abah Omay (64) berhasil menciptakan kompor inovatif berbahan bakar Ethanol hasil fermentasi singkong. Warna apinya biru. Kompor yang dikenal dengan sebutan Kompor Bahenol tersebut kini makin dikenal oleh masyarakat di Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai merek produknya Abah menggunakan nama paten Surya Jaya, yang menurut cerita dulu di era tahun 80-an, merek Surya Jaya merupakan kompor sumbu minyak tanah yang pernah merajai pasaran kompor hingga dipasok lintas daerah. Dalam satu bulan kompor sumbu Surya Jaya bisa ludes terjual hingga 1.000 unit.

"Tahun 86, 87, 88 kompor buatan saya dipasok ke sejumlah wilayah di luar Sukabumi seperti Cianjur, Bogor bahkan Banten. Saya sampai buka pabrik dengan jumlah karyawan 37 orang," tutur Abah Omay saat ditemui detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejayaan itu kemudian meredup seiring sulit didapatnya minyak tanah sebagai bahan bakar kompor sumbu. Kala itu Meski masih dijual di pasaran, penjualan kompor sumbu mulai berkurang. Lambat laun hingga tahun 2005 akhirnya pabrik kompor tutup, Abah terpaksa mem-PHK pekerjanya.

"Omzet menurun, pesanan berkurang akhirnya gulung tikar. Menggunakan peralatan yang tersisa bekas membuat kompor sumbu saya terus melakukan penelitian, sempat kepikiran membuat kompor gas tapi kesempatan saya kecil karena keterbatasan peralatan dan harus bersaing dengan produk bermerek," lanjut Abah.

Abah Omay Pembuat Kompor Bahenol Pernah Sukses dengan Kompor SumbuFoto: Syahdan Alamsyah


Hingga akhirnya sekitar tahun 2007 terciptalah bentuk awal kompor berbahan bakar ethanol, hingga kemudian oleh pemuda KarangTaruna Kelurahan/Kecamatan Citamiang ditempat Abah tinggal dinamai Kompor Bahenol. Penamaan tersebut menurut Iyus Herlansyah (25) salah seorang anggota Karang Taruna agar lebih menarik dan dikenal oleh konsumen.

"Kalau arti bahasa Indonesianya bahenol itu demplon, atau berkaitan dengan keisengan pria yang menggoda perempuan dengan sebutan bahenol. Nah kita ingin sedikit merubah arti itu dengan sebutan Bahenol yang merupakan singkatan Bahan Bakar Ethanol," ujar Iyus menjelaskan arti Bahenol.

Baca juga: Kompor Bahenol dari Sukabumi Ini Berbahan Bakar Fermentasi Singkong

Penelitian dan pengecekan kualitas baru terwujud awal tahun 2017 ini tepatnya 23 Januari kemarin, launching perdana kompor bahenol berhasil dikenalkan ke masyarakat luas sebagai kompor ramah lingkungan, berbahan bakar terjangkau dan murah.

"Oleh ketua Karang Taruna Kang Engkus kompor ini akhirnya dilaunching berbarengan dengan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Citamiang. Baru diperkenalkan sudah 150 unit kompor terjual," tututpnya.

Akankah kompor bahenol menyaingi kejayaan kompor sumbu Surya Jaya di era tahun 80 an?

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads