Kompor Bahenol dari Sukabumi Ini Berbahan Bakar Fermentasi Singkong

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 26 Feb 2017 13:22 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Kompor buatan Abah Omay (64) warga Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi ini bisa menjadi alternatif saat gas elpiji langka. Mengajak Karang Taruna di daerahnya, Abah membuat kompor berbahan bakar hasil fermentasi singkong, yang ketika melalui proses pembakaran akan mengeluarkan gas Ethanol.

Sejak tahun 2007 riset dilakukan hingga akhirnya tercipta sebuah kompor berukuran mini lengkap dengan tangki bahan bakar yang dinamai Kompor Bahenol, singkatan dari kompor bahan bakar Ethanol.

Detikcom menyambangi bengkel pembuatan Kompor Bahenol pada Sabtu (25/2/2017) kemarin. Kaleng-kaleng bekas terlihat berserakan di bengkel sederhana milik Abah Omay.

"Semua bahannya hampir 80 persen dari kaleng bekas, kemudian dibentuk menggunakan peralatan sederhana bekas saya dulu membuat kompor mitan. Alasan saya membuat kompor ini karena mitan dan gas LPG ukuran 3 kilogram sulit didapat," tutur Abah Omay kepada detikcom.

Kompor Bahenol dari Sukabumi Ini Berbahan Bakar Fermentasi SingkongFoto: Syahdan Alamsyah


Menurut pria yang akrab dipanggil Abah ini, bahan Ethanol lebih mudah didapat dengan harga yang terjangkau sekitar Rp 7.500 sampai Rp 8.000 perliternya. Karena berbahan dasar organik yakni singkong, ethanol yang digunakan untuk bahan bakar kompor bahenol tidak menguap seperti bahan lainnya seperti alkohol, spirtus dan bensin.

"Panasnya sama seperti kompor gas, apinya biru jika kena matahari nggak akan keliatan. Untuk merebus satu panci air untuk membuat kopi atau mie rebus hanya membutuhkan waktu 5 menit saja," jelas Abah.

Penyebaran kompor bahenol terbilang cepat, sejak launching pada Januari lalu permintaan pasokan kompor bahenol lumayan banyak. Hanya dalam 1 bulan saja 150 unit kompor terjual. Satu unitnya dibanderol dengan harga Rp 100 ribu.

Proses pengerjaan kompor bahenol melibatkan anggota karang taruna Kelurahan Citamiang, dalam satu hari satu orang pekerja bisa membuat 1 unit kompor bahenol. "Saya melibatkan kelompok pemuda dalam proses pembuatannya, menularkan ilmu yang saya punya untuk mereka. Ya sekaligus mengurangi pengangguran," lanjutnya.

Kompor Bahenol dari Sukabumi Ini Berbahan Bakar Fermentasi SingkongFoto: Syahdan Alamsyah


Iyus Herlansyah (25) salah seorang anggota karang taruna menjelaskan produk kompor buatan Abah Omay sudah dikenal di sebagian wilayah Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

"Kami dari karang taruna membantu abah mengerjakan pembuatan kompor ini, kemudian kami bantu juga pemasarannya termasuk memasok ke sejumlah tempat. Selain itu untuk diimbangi juga dengan pasokan bahan bakar kompor ini, dibantu Pak Deri sebagai penyedia Ethanol," terangnya.

Bahan bakar Ethanol disebut Iyus dipasok dari Surabaya, namun jika permintaan kompor bahenol terus naik rencananya mitra pemasok bahan bakar akan membuat pabrik pembuatan ethanolnya di Sukabumi.

"Ini dari fermentasi singkong, jadi aman karena kandungan alkoholnya hanya 50 persen irit juga karena untuk satu liter itu jika dinyalakan terus menerus bisa digunakan untuk memasak 8 jam nonstop," tutupnya. (ern/ern)