DetikNews
Sabtu 21 November 2015, 13:07 WIB

Laporan Dari Kuala Lumpur

Jokowi Singgung Terorisme, Laut China Selatan dan Karhutla di KTT ASEAN

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Singgung Terorisme, Laut China Selatan dan Karhutla di KTT ASEAN Presiden Jokowi di KTT ASEAN (Foto: Cahyo/Setpres)
Kuala Lumpur - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rapat pleno KTT ke-27 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kesempatan itu, Jokowi angkat bicara soal terorisme dan kebakaran hutan.

Jokowi menegaskan negara ASEAN perlu meningkatkan kerja sama di bidang intelijen untuk menangkal tindakan terorisme.

"ASEAN perlu meningkatkan kerja sama intelijen dan melakukan kerja sama dalam perkuat peraturan hukum," ujar Jokowi di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, Sabtu (21/11/2015).

Selain masalah terorisme, Jokowi juga menyinggung soal penanganan migrasi irregular dan Laut China Selatan. Jokowi menekankan, perdamaian di Laut China Selatan harus tercipta.

"Perdamaian dan keamanan Laut China Selatan harus tercipta dan hukum internasional harus dihormati," kata Jokowi.

Masalah kebakaran hutan juga dibahas oleh Jokowi. Jokowi menjelaskan, semua upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya memberikan perhatian besar pada pengendalian kebakaran hutan yang menjadi lebih buruk karena pengaruh El Nino," kata Jokowi.

Dikatakan Jokowi, pemerintah Indonesia telah mengerahkan sekitar 30.000 personel untuk penanggulangan bencana kebakaran hutan tersebut. Pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca dan 325 ton garam sudah ditebar dengan menggunakan 4 unit pesawat.

"Water bombing dan 120 juta liter air telah disiramkan dengan menggunakan 23 unit helikopter. Beberapa negara juga membantu Indonesia, termasuk Singapura dan Malaysia, dan proses hukum yang tegas telah dilakukan," jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, dirinya telah menyusun langkah-langkah penting, yaitu penyusunan One Map Policy, menetapkan moratorium izin pemanfaatan lahan gambut, melakukan review perizinan dan pemulihan ekosistem gambut.

"Apa yang dialami Indonesia dapat saja terjadi di negara lain," kata Jokowi.
(rjo/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed