Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Jakarta Berbenah Diri dengan Peduli Sampah

Fotografer
Pradita Utama

Jakarta menghasilkan lebih dari 7.000 ton sampah setiap hari. Dari sudut-sudut pasar tradisional, pusat perbelanjaan mewah, hingga pemukiman padat penduduk, sampah menjadi pemandangan sehari-hari. Dari keluarga miskin di kolong jembatan hingga lingkungan mapan di permukiman mewah.

Salah satu upaya meminimalisir beban sampah yakni kampanye Gerakan Jakarta Bebas Sampah. Masyarakat diajak terlibat aktif memilah dan mengolah limbah rumah tangga. Sejak rumah masing-masing, setiap individu diajak memilah sampah organik dan anorganik, serta mendukung produk ramah lingkungan. Kemudian disetorkan ke bank sampah yang menjamur di sekolah, kantor, hingga ruang publik.

Selain itu, pemerintah menggagas dan mengimplementasikan berbagai strategi efektif seperti penguatan program reduce, reuse, recycle (3R). Juga edukasi publik, penyediaan fasilitas daur ulang, dan kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai.

Armada pengangkut dan membangun sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi diperkuat. Penggunaan aplikasi digital untuk pelaporan dan pemantauan titik-titik penumpukan sampah menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah secara real-time. Inovasi juga dilakukan melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di TPST Bantargebang. Teknologi itu menjadi pilot project dalam mengubah masalah menjadi potensi.

Jakarta terus bermetamorfosa. Ekosistem raksasa itu memahami bahwa pembangunan tidak hanya soal gedung tinggi dan jalan tol, tapi juga tentang bagaimana manusia bersahabat dengan lingkungannya.

Mari terus bersama membenahi Jakarta, mulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Karena ketika kita peduli pada sampah, kita sedang peduli pada masa depan kota ini dan masa depan kita sendiri.

TPS sampah liar yang berada di kawasan Rawa Malang Cilincing Jakarta Utara. TPS disana dikelola secara swadaya oleh warga dan ormas setempat

Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan agar TPS 3R di Jakarta beroperasi 24 jam agar mampu menampung sampah lebih banyak.

Suasana TPST Bantar Gebang saat ini yang telah mengalami over kapasitas. Saat ini TPA Bantar Gebang menerima sampah dari Jakarta sebanyak 7.000 - 7.800 toh per hari.

Suasana TPST Bantar Gebang saat ini yang telah mengalami over kapasitas.

Portrait seorang anak yang telah menjadi kader bank sampah unit di kawasan Tanjung Priok. Salah satu bentuk kepedulian sejak dini terhadap lingkungannya.

Ibu Ari pemilik bimbingan belajar memberikan materi tentang peduli sampah terhadap muridnya. Tempat bimbel itu gratis diberikan kepada anak-anak.

Pemulung mengangkut sampah di kawasan TPS 3R ( Reduse, Reuse, Recyle). Kehadiran TPS 3R ini membantu pemilahan sampah dan mengurangi beban TPA Bantar Gebang.

Sejumlah anak anak dari Greens Paud 01 belajar tentang pemilahan dan daur ulang sampah di Bank Sampah Unit Cemara 001 Koja.

Portrait anak anak jalanan yang direkrut oleh abah Dindin pemilik Bank Sampah Induk Kumala.

Harapannya semoga masyarakat Jakarta bisa lebih bijak saat membuang sampah. Dengan langkah kecil yang terus berlanjut, Jakarta menata dirinya karena kota yang bersih bukan sekadar impian, melainkan tanggung jawab bersama

Fotografer
Pradita Utama
Kurator
Ari Saputra
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE