Gempita Sprinter Jalanan di Malam Ramadan
Gempita Sprinter Jalanan di Malam Ramadan
Berbagai kegiatan mengisi malam Ramadan kerap dilakukan. Biasanya yang bersifat religi seperti bersedekah, tausiyah, tarawih, salat tahajud dan iktikaf. Namun sebagian anak muda di Depok, Jawa Barat meramaikan dengan kegiatan balap lari liar untuk menunggu waktu sahur. Bagaimana bisa?
Pada dasarnya mereka merupakan remaja yang memiliki talenta lari yang hebat. Mereka mencari lawan lari dari lokasi satu ke lainnya. Kegiatan ini diyakini dapat mencegah kenakalan remaja seperti tawuran hingga peredaran narkotika. Seperti dituturkan Ripal (23), agen pelari asal Citayam, Jawa Barat. Dengan lomba lari ia dapat terjaga dari pergaulan negatif yang dapat merusak diri sehingga nama baik orang tua. Pria yang berkecimpung di dunia balap lari liar sejak 2020 itu memiliki banyak rekan dari luar kampungnya dari kegiatan balap lari.
Awalnya mereka saling mengenal pemain yang memiliki skil lari kencang lalu diadu dengan rekan lain di jalanan kosong. Pelari liar, Faldo mengaku senang melakukan lomba tarkam ini bersama teman-temannya. Padahal ia merupakan pemain sepak bola yang berposisi sebagai pemain sayap wonderkid berusia 20 tahun. Faldo juga sempat bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON), Elit Pro Akademi dan terakhir berlaga di Liga 2.
Semakin hari kegiatan tersebut makin digemari di kalangan anak muda. Bagaimana tidak, dengan menggeber paru-paru tak sampai semenit pada trek lurus sejauh ratusan meter dapat membawa pulang hadiah ratusan ribu hingga puluhan juta dalam semalam. Seiring berjalannya Waktu, euphoria itu menyebar di beberapa tempat di Jabodetabek. Selain itu tidak dipungkiri, yang menjadi penyemangat ialah uang 'hadiah' dari hasil lomba yang kerap disebut perjudian.
Riuh ramai ajang balap lari liar ini menjadi bagian dari pencarian jati diri mereka yang mayoritas masih remaja.
Para penonton mengaku lebih nyaman menyaksikan balap lari daripada balap motor karena minim resiko tertabrak kendaraan.
Iming-iming hadiah jutaan menjadi pemicu mereka untuk siap berlomba lari diatas aspal.
Pembubaran oleh aparat dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kebanyakan para pelari tarkam tersebut merupakan atlet dari cabang olahraga sepak bola dan futsal.
Cedera jatuh akibat jalan licin juga telah menjadi resiko.
Mereka kerap menutup akses jalan seperti di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Petugas Kepolisian yang tengah berpatroli membubarkan mereka, Rabu (12/3/2025).
Para penonton yang mayoritas anak muda membubarkan diri jelang subuh.



