Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Mengenal Meester Lewat Fotografi Jalanan

Fotografer
Dikhy Sasra

Keragaman Jakarta menjadi selling point sendiri untuk belajar fotografi jurnalistik. Kawasan Jatinegara atau Meester, Jakarta Timur salah satunya. Kawasan yang diambil dari nama seorang juragan kaya raya anak tokoh terkemuka di Pulau Lontar, Maluku itu bernama ‘Cornelis Senen’.

Hiruk pikuk kendaraan dan pedagang kaki lima yang memang sudah ramai sejak jaman kolonial menjadi daya tarik bidikan sang fotografer. Satu yang ingin ditonjolkan oleh Dikhy Sasra kali ini adalah fotografi jalanan atau street photography di Meester.

Sejatinya dibutuhkan keberanian untuk mendekati objek dan subyek yang ingin dibidik. Komunikasi dan kejelian jadi hal utama untuk menangkap momen yang tepat. Tentunya di capture spontanitas dan tanpa rekayasa. Baik secara kebetulan ataupun momen yang diharapkan terjadi.

Kejelian mengamati situasi tak terduga dan kesigapan tentu akan sangat menentukan hasil fotografi jalanan menjadi lebih baik. Dalam perkembangannya, banyak yang memasukkan unsur-unsur seperti surealisme, humor, dan kejutan dalam komposisinya. Kesiapan mental juga jadi hal yang tak boleh diabaikan fotografer. Agar bisa beradaptasi, menyikapi subjek, dan bertegur sapa yang bisa menjadi kunci agar mereka tak merasa terintimidasi akan keberadaan kamera.

Tak perlu ragu dalam memotret fotografi jalanan akan perihal meminta ijin atau tidak? Ketika kita sudah diterima dengan baik di lingkungan subjek, seharusnya kita bisa bebas mengekspresikan dan mengabadikan keberadaaan mereka di area publik.

Meester adalah sebutan untuk daerah Jatinegara di masa pemerintahan Hindia Belanda yang berada di tepi Kali Ciliwung.

Kawasan Meester Cornelis telah menjadi pusat keramaian dan kota satelit yang cukup maju pada abad ke-19.

Menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di Timur Batavia, warga Meester hingga kini dihuni berbagai etnis, mulai dari Arab, Tionghoa, Sunda, Minang dan Jawa.

Jatinegara jadi pusat perdagangan serba ada yang menjual hampir semua kebutuhan warganya terletak di timur Jakarta.

Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat penjualan pecah belah alat-alat pertukangan dan bengkel yang mereka jajakan sepanjang jalan Jatinegara.

Meester atau Jatinegara salah satu kawasan yang aman dari konflik antar ras. Pada kerusuhan 1998, kawasan ini nyaris tak tersentuh karena toleransinya sangat kuat.

Pengemis di salah satu JPO.

Klik Arrow di pojok bawah kanan untuk melihat Gambar selanjutnya
/
Pengemis di salah satu JPO.
Belum ke Meester kalau tidak singgah di Pasar burung Jatinegara yang juga menyediakan berbagai jenis hewan.
Warga beraktivitas di Pekalongan 2016
Deretan pedagang kaki lima di salah satu lorong.
Babelan Bekasi 2021
Walau kawasan padat, arus kendaraan relatif lancar.
Sekolah di Muara Gembong juga terendam rob
Jembatan Kereta Api Viaduct yang menghubungkan kawasan Jatinegara-Manggarai yang dibangun pada 1918 Ini salah satu peninggalan Meester Cornelis.
Warga mengintip kondisi rob dari balik rumahnya 2016
Jatinegara diambil dari Jatina Nagara, bahasa Sunda yang menyiratkan simbol perlawanan Kesultanan Banten (Pangeran Jayakarta) terhadap penjajah Belanda di abad ke-17.
Rumah Makan Padang di kawasan Sunda Kelapa tak luput dari rob 2021
Stasiun Jatinegara yang dibangun pada 1910 masih berdiri kokoh hingga kini. Stasiun ini juga menjadi gerbang Kereta Api keluar Jakarta menuju wilayah Jawa.
Rumah Makan Padang di kawasan Sunda Kelapa tak luput dari rob 2021
Monumen Patung Perjuangan Jatinegara, salah satu bukti perjuangan rakyat Jakarta Timur dan Bekasi di masa Revolusi.
Fotografer
Dikhy Sasra
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE