detikX
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Gaya & Desain Industrial di Ruang Publik

Fotografer
Ari Saputra

Arsitektur bergaya industrial kini makin banyak mengisi ruang-ruang publik. Diganderungi karena efektif, populer, instagramable dan diklaim ramah lingkungan.

Nyatanya? Ada saja kritik yang menganggap trend ini mengadopsi tradisi negara empat musim dan tak selaras dengan iklim tropis. Inilah secuil potret arsitektur gaya industrial yang makin marak di Ibu Kota. Benerkah menggeser tradisi tropis?

Intip yuks, mulai dari kawasan TIM di Cikini, Jakarta Pusat, Taman Literasi Christina Martha Tiahahu di Blok M, Lapangan Banteng, Taman bermain skateboard di kawasan Dukuh Atas, Toilet umum di Taman Semanggi, hingga Tenis Indoor Senayan dan tentu masih banyak lagi.

Bangunan utama kubah putih di Pelataran Planetarium masih dipertahankan dengan rupa anyar tembok semen ekspos.

Selasar Gedung Ali Sadikin ini juga menggunakan ramp tiga lantai dengan material semen ekspos dan atap terbuka.

Salah satu keunggulannya yakni pemanfaatan cahaya alami dan semen ekspos yang jadi bagian dari mazhab industrial.

Tangga menuju rooftop di Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan yang juga menggunakan semen ekspos tanpa atap.

Toilet umum di Taman Semanggi, Jakarta dengan Bangunan yang dibiarkan polos tanpa cat.

Sentuhan industrial di Taman Banteng ini juga jelas terlihat di tangga labirin.

Taman bermain skateboard di kawasan Dukuh Atas yang mengandalkan lantai beton dengan beberapa elevasi sebagai bagian dari olahraga papan seluncur.

Lorong Gedung Tenis Indoor Senayan yang didalamnya ada fasad yang terbuat dari besi expanded metal.

Beragam detail saluran utilities maupun konstruksi bangunan yang sengaja dibiarkan terekspose, inilah gaya industrial.

Fotografer
Ari Saputra
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE