Foto: Alexander Solonik (All Thats Interesting-Wikimedia Commons)
Jumat, 28 April 2023Februari 1997, sejumlah koran di Yunani memuat berita pembunuhan bos mafia di pinggiran hutan Varybobi, Acharnes, Atrica Timur, atau sekitar 20 kilometer dari Kota Athena. Korbannya adalah Alexander Viktorovich Solonik, 37 tahun, yang dijuluki Superkiller. Mayatnya yang terbungkus plastik ditemukan di tempat pembuangan sampah oleh penduduk setempat pada 31 Januari 1997.
Saat jenazah Solonik ditemukan, tak ada tanda pengenal di tubuhnya. Wajahnya hampir tak bisa dikenali karena terbakar akibat disiram zat asam. Dilansir dari Russian Beyond (RBTH), dan Pravda.ru, polisi baru berhasil menemukan identitas Solonik setelah mencocokkan data daftar pencarian orang (DPO) milik Interpol. Solonik alias Sasha Makedonsky adalah salah satu bos mafia sekaligus pembunuh bayaran yang disegani para mafia dan polisi Rusia.
Solonik kabur dari penjara Matrosskaya Tishina, Moskow, sehingga ditetapkan sebagai buron pada 1996. Selain itu, dia diburu gangster mafia Rusia lainnya yang marah dan kesal atas tindak-tanduknya. Kemarahan datang dari para bos mafia yang pernah menyewa jasa Superkiller untuk membunuh bos mafia pesaingnya.
Polisi sempat menggeledah vila Solonik di kawasan Lagonisi, Attica, yang berjarak 30 km dari Athena. Di vila itu ditemukan berbagai jenis senjata api, baik pistol maupun senapan serbu Avtomat Kalashnikova 1947 (AK-47), yang biasa dipakai militer. Solonik diketahui masuk Negeri Para Dewa dengan nama palsu dalam paspornya yang diperoleh dari Konsulat Yunani di Moskow.
Tiga bulan kemudian, polisi Yunani kembali dikejutkan oleh penemuan mayat seorang perempuan. Tubuh mayat itu terpotong menjadi beberapa bagian yang dimasukkan dalam koper. Koper itu dikubur di bawah pohon zaitun di pinggiran hutan Kota Saronida, sekitar 2 mil dari Athena.
Dikutip dari buku Darkness at Dawn: The Rise of the Russian Criminal State karya David Satter (2003), mayat termutilasi adalah sosok Svetlana Kotova, mantan finalis Miss Rusia 1996 berumur 22 tahun. Identitasnya terkuak setelah polisi mencocokkan data laporan kehilangan keluarga tiga bulan sebelumnya atau akhir Januari 1997.
Baca Juga : Malam Pembantaian Raja Kasino Las Vegas

Alexander Solonik Superkiller
Foto: NEWSru-Wikipedia
Polisi mendapatkan fakta baru bahwa pembunuhan Svetlana Kotova terkait dengan pembunuhan Solonik. Svetlana dan Solonik adalah pasangan kekasih yang baru menjalin hubungan pada akhir 1996. Keduanya pertama kali bertemu dalam sebuah pesta di klub malam di Moskow saat merayakan malam tahun baru 1997.
Di Yunani, Solonik meminta kekasihnya itu datang untuk menemaninya. Svetlana, yang tengah dimabuk cinta, menerima tawarannya dan berangkat menuju Yunani pada 25 Januari 1997. Gadis berparas cantik dan tubuh ramping itu tiba di Athena dan dijemput mobil mewah Mercedes-Benz serta rangkain bunga yang indah oleh Solonik.
Svetlana langsung dibawa Solonik menuju vila mewahnya yang disewa seharga US$ 90 ribu per tahun. Vila megah berlantai dua itu dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, ruang gym, lapangan basket, lapangan golf, dan sejumlah patung indah. Dia sempat menelepon ibunya di Moskow untuk mengabarkan dirinya seperti mimpi di negeri dongeng.
Lima hari kemudian, Solonik mengadakan pesta bersama teman dekatnya di vila tersebut pada 30 Januari 1997. Kegembiraan pesta berubah menjadi keributan ketika datang 30 orang tamu. Svetlana panik dan lari ke lantai dua. Solonik, yang tengah meredam keributan, tiba-tiba dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam mobil. Kemudian dari belakang lehernya dijerat tali hingga tewas.
Rupanya pesta itu adalah jebakan bagi si pembunuh bayaran Superkiller. Sebagian tamu yang datang adalah anggota mafia yang memang mencari dan berniat membunuhnya. Solonik tak sempat lagi membela diri. Senjata apinya disimpan di mobil dan sebagian lagi disimpan di ruang khusus.
Sementara itu, sebagian anggota geng lainnya mengejar dan mencari Svetlana di lantai dua. Entah nyawanya dihabisi di vila itu atau tempat lain. Gadis tersebut diduga dihabisi nyawanya karena menjadi saksi pembunuhan. Untuk menghilangkan jejak, tubuhnya dimutilasi dan dikubur di pinggiran hutan Saronida.
Baca Juga : Dunia Kejahatan Si Mafia Tampan

Finalis Miss Rusia, Svetlana Kotova
Foto: RBTH-Wikipedia
Setelah penyelidikan yang rumit dan sulit, dua tahun kemudian polisi berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan Solonik dan Svetlana pada 19 November 1999. Pelakunya adalah Alexander Pustovalov alias Sasha Soldat, yang saat itu berumur 26 tahun. Dia merupakan pembunuh bayaran yang disewa mafia Orekshovskaya, organisasi kriminal paling ditakuti di Rusia.
Pustovalov merupakan pensiunan tentara wajib militer Rusia. Dia dijatuhi hukuman 24 tahun penjara oleh pengadilan di Moskow atas tuduhan pembunuhan kepada enam orang korban, dua di antaranya adalah Solonik dan Svetlana. Setelah masa tahanannya selesai, dia akan bebas pada November 2023 pada saat umurnya 50 tahun.
Dikutip dari laman Oneman.gr, Solonik alias Sasha Makedonasky atau Superkiller lahir di Kurgan, Rusia pada 16 Oktober 1960. Dia dikenal sebagai pembunuh bayaran Rusia pada awal 1990-an yang memiliki kemampuan menembak secara ambidextrous atau menembak sekaligus dengan senjata di tangan kanan dan kirinya.
Dia sering disewa melakukan pembunuhan untuk kelompok mafia Orekhovskaya dan kelompok kriminal lainnya di Rusia. Sejak kecil, dia dikenal sebagai anak cerdas, gemar seni bela diri, dan menggunakan senjata api. Umur 16-18 tahun, ia meraih sabuk hitam judo dan karate.
Tamat sekolah, Solonik masuk wajib militer pada Angkatan Darat Uni Soviet pada 1978. Dia ditempatkan di Resimen Tank di Jerman Timur. Setelah dua tahun, Solonik bergabung dengan Otryad Mobilny Osobogo Naznacheniya (OMON), detasemen polisi khusus di bawah Kementerian Dalam Negeri Soviet-Rusia.
Solonik diduga sering ditugasi secara rahasia untuk membunuh para pejabat NATO yang bertugas di Eropa. Dia juga sempat mendapat pelatihan polisi di Institut Gorkovskiy. Tapi, baru 6 bulan, ia dikeluarkan karena sering menyiksa dan melakukan tindakan kekerasan ekstrem kepada tahanan yang ditangkapnya.

Penjara Matrosskaya Tishina di Moskow, Rusia.
Foto: AllThats Interesting-Wikimedia Commons
Solonik kembali ke Kurgan dan bekerja sebagai penggali kuburan. Saat itu dia sudah menikah dua kali dan punya seorang anak laki-laki. Ia pertama masuk penjara dengan hukuman 8 tahun atas tuduhan pemerkosaan. Baru setahun, dia kabur dan bergabung dengan organisasi kriminal bawah tanah di Kurgan sebagai pembunuh bayaran.
Pembunuhan pertama dilakukan pada bos mafia di kota Tyumen pada 1990. Lalu membunuh bos mafia Viktor Nikoforov pada 1992. Selanjutnya, membunuh bos mafia Valeri Dlugatsj pada 1993. Pada 1994, Solonik membunuh bos mafia Vladislav Vinner, yang mengambil alih kerajaan mafia Dlugarsj dan Otari Kvantrishvili.
Solonik dikabarkan telah membunuh 45 orang anggota mafia dan lainnya sepanjang 1990-1997. Bahkan ada yang menyebutkan korbannya mencapai ratusan. Namanya menjadi pusat perhatian para pemimpin mafia dan aparat hukum di Rusia. Solonik ditangkap lagi di sebuah klub malam di Moskow pada 1995.
Solonik dibawa ke kantor polisi. Dia sempat menembak lima polisi dengan pistol Glock-17 dan kabur. Namun, tak beberapa lama, Solonik ditangkap di Siberia. Setelah itu, dia dijebloskan ke penjara yang memiliki sistem keamanan paling ketat di Matrosskaya Tishina, Moskow.
Tapi, 18 bulan kemudian, atas bantuan oknum sipir yang memiliki kontak dengan mafia, Solonik kabur lagi. Dia meninggalkan sebuah manekin (boneka) di tempat tidurnya untuk mengelabui sipir penjaga malam. Beberapa bulan kemudian, nasibnya malah sudah menjadi mayat di Yunani pada awal 1997.
Penulis: M. Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim