Bang Edi Loper Koran yang Berdikari: Koran Memihak Tak Laku!

Wong Cilik

Bang Edi Loper Koran yang Berdikari: Koran Memihak Tak Laku!

- detikNews
Senin, 30 Jun 2014 15:22 WIB
Bang Edi Loper Koran yang Berdikari: Koran Memihak Tak Laku!
Jakarta -

Segarnya segelas kopi hitam dari warteg di seberang jalan sudah mampu menggantikan semangat yang terpakai dari pagi sampai siang itu bagi Trimo 'Edi' Puji Slamet (35). Di bawah naungan jembatan layang dia beristirahat sambil menunggu agen koran petang datang.

Lalu lintas di Jl Matraman-Jl Pramuka, Jakarta Timur tak pernah sepi, itulah yang melahirkan peluang bagi Bang Edi yang tinggal punya satu kaki. Berdagang surat kabar sudah dilakoni belasan tahun, sudah tahu lah dia mana-mana berita yang laku terjual dan mana-mana yang tidak.

"Mau pemilihan Presiden ini banyak berita yang mihak calon tertentu. Saya jadi susah jual korannya. Soalnya yang begitu biasanya susah lakunya," kata Bang Edi di setelah menyeruput kopi hampir pukul 15.00 WIB hari Rabu (25/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah hafal betul Bang Edi soal koran mana yang memihak kubu mana. Tak pernah lagi dia letakan koran itu di barisan terdepan komoditas dagangan dia.

"Soalnya kalau memihak sebelah itu kan belum tentu semua orang minat membeli. Kalau orang yang netral cenderung malas baca yang memihak, kalau pendukung lawannya pasti sudah tak mau beli. Yang beli ya pendukungnya saja, itu pun tidak seberapa," kata Bang Edi.

Sama juga seperti stasiun televisi yang menurut Bang Edi ada yang memihak-mihak. Tak apik rasanya menonton sebuah berita yang informasinya seperti mendikte.

"Saya jadi milih yang netral saja, atau yang hiburan sekalian. Toh saya sudah punya pilihan, jadi menurut saya tidak penting kalau ada media yang memihak sebelah," imbuh Bang Edi.

Sudah belasan tahun Bang Edi menelan berita di surat kabar. Kini saatnya dia menentukan pilihan yang berlandaskan akumulasi informasi sejak awal dirinya menginjakkan kaki di ibukota tahun 1997 dan menjadi loper koran tahun 2002.

Kecelakaan di perlintasan kereta api tahun 2002 membuat dia kehilangan kaki sebelah kanan. Biar pun demikian, Bang Edi berusaha tetap berdiri di atas kaki kiri itu dan tetap seimbang tak condong ke mana pun.

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads