Tegak berdiri di atas Kapal KR Sri Agung, matanya nampak awas memerhatikan para Anak Buah Kapal (ABK) menghitung hasil tangkapan. Dialah sang Kapten Kapal Karyono (55) yang telah mengarungi Laut Jawa sejak 35 tahun silam.
Sesekali dia berkeliling dan berinteraksi dengan para ABK. Tak nampak gaya diktator yang melekat pada kata 'kapten' yang dia sandang.
"Pemimpin itu seharusnya memperhatikan yang di bawah. Pemimpin juga harus ikut merasakan keluh kesah yang di bawah," tutur Karyono di Dermaga Muara Angke, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah berlayar selama tiga bulan, jangan sampai yang kita dapat sia-sia. Pendapatan kita ini kan bagi hasil dari hasil lelang. Saya tahu bagaimana perjuangan ABK ketika menangkap ikan," ujar Karyono.
Karyono kemudian bertutur soal kepemimpinan nasional. Menurut dia sosok pemimpin nasional mendatang harus mampu mengayomi.
"Seperti saya ini memiliki 40 anak buah di kapal. Saya harus mengerti semua mau anak buah, pemimpin nasional juga harus begitu ke semua rakyat. Pemimpin nasional juga harus bekerja bersama rakyatnya, apa mereka juga mampu memimpin di kapal seperti ini?" kata Karyono seraya memberi wejangan.
Karyono pun menyebut nama-nama pemimpin nasional yang tengah berlaga di kontestasi politik nasional. Ada nama Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Capres Hanura Wiranto, dan Capres Gerindra Pabowo Subianto.
"Saya belum memilih di antara nama-nama itu, saya bingung karena takut mereka berubah setelah dipilih, kayak yang sebelumnya. Saya mau pilih Wiranto tapi masih takut kalau salah pilih, milih Prabowo juga saya belum yakin," ucap dia.
"Sementara kalau Jokowi itu bagus, tapi nanti kalau digoyang gimana? Seperti Bu Mega dulu juga bagus, tapi kan dia terus digoyang sama yang dibelakangnya. Saya takut nanti Jokowi juga digoyang," lanjut dia.
Maka dari itu pemimpin harus tahan goncangan seperti awak kapal yang sedang melaut. Merangkul semua awak tanpa terkecuali, senantiasa memberi arah yang benar, dan terdepan menghadapi goncangan adalah sosok pemimpin yang diimpikan Karyono.
(bpn/van)











































