DetikNews
Senin 06 Juni 2016, 15:54 WIB

Wawancara

Menhub Jonan: Angkutan Lebaran Tahun ini Lebih Banyak dari Tahun Lalu

Maikel Jefriando - detikNews
Menhub Jonan: Angkutan Lebaran Tahun ini Lebih Banyak dari Tahun Lalu Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya sudah siap dalam rangka menyambut arus mudik lebaran tahun ini. Kemenhub juga berkoordinasi dengan Dishub-dishub di daerah serta pihak terkait untuk menyambut musim mudik lebaran.

Dia mengatakan, ada 1.100 kapal penyeberangan seluruh Indonesia yang telah siap beroperasi. Untuk di darat ada 1.400 bus AKAP yang siap menampung pemudik. Menhub juga berharap agar pelaksanaan mudik lebaran 2016 berlangsung lancar.

Berikut penjelasan Jonan soal persiapan angkutan Lebaran 2016 dalam wawancaranya kepada wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Bagaimana soal persiapan angkutan Lebaran?

Sejak minggu lalu kita melakukan pengecekan angkutan umum dalam rangka operasi lebaran. Mulai akhir pekan lalu, sampai tanggal 24 Mei, ada 519 pesawat udara yang akan digunakan untuk penerbangan terjadwal, kalau pesawat pribadi enggak ada informasinya.

Dibandingkan tahun lalu?

Tahun lalu itu secara sampling, kalau tahun ini saya tidak mau sampling jadi semuanya dicek. Jadwal pemeriksaannya sudah memenuhi belum, apa yang kurang itu cepet kok. 10 Otoritas bandara tapi 1 yang paling banyak yaitu di Cengkareng dan Lampung, saya kira selesai (sebelum Lebaran).

Lalu kapal penyeberangan penumpang ada sekitar 1.100, itu diperiksa semua. Mestinya jalan. Syahbandarnya saja ada 300 kok.

Lalu juga bus AKAP, 1.400 kira-kira. Itu diperiksa semua dengan dinas-dinas perhubungan di daerah, kejadian yang tidak kita inginkan seperti bus rukun sayur, seperti kecelakaan di Cipali meski itu banyak faktor. Itu adalah ADKP tidak boleh dikasi izin AKAP.

Juga terakhir kereta api, sekitat 350 lebih lokomotif yang akan digunakan untuk angkutan lebaran dan angkutan penumpang dan ini sudah jalan sampai 24 Mei.

Kalau untuk bus harga tiket bagaimana?

Enggak diatur, kan ada batas atas dan batas bawah. Tidak ada tuslah, sama kayak kereta. Jadi harga mereka bermain di situ saja.

Kalau angkutan lebaran logistik?

Begini, kalau 9 bahan kebutuhan pokok itu tetep jalan, tidak ada pembatasan. Yang dibatasi itu truk bersumbu ganda yang diluar itu boleh. Itupun H-5 sampai H-1 lalu H+1 dan H+3. Itu pun untuk truk bahan bangunan, lagian siapa yang mau bangun? kan tukangnya sudah pulang tuh.

Soal armada angkutan Lebaran lebih banyak dari tahun lalu?

Kalau jumlah sarana rata-rata 3-4 persen lebih banyak dari tahun lalu. Kalau pesawat terbang jumlahnya lebih banyak, hampir 5 persen lebih.

Angkutan laut?

Angkutan laut Pelni, total secara keseluruhan dengan angkutan non Pelni armadanya bertambah dibanding tahun lalu. Jadi sepertinya enggak ada masalah. Yang menjadi masalah saat ini, saya juga selalu mengimbau pembayaran THR itu kalau bisa satu bulan sebelum Idul Fitri, jadi orang itu bisa beli tiket. Kalau mepet seminggu sebelum Idul Fitri, akhirnya orang berebut. Nah kalau mau di tanggal yang sama, ya pasti tidak terangkut.
(rvk/mad)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed