Ubaidillah: Lahan Labil Bikin Pohon di DKI Rentan Tumbang

Ubaidillah: Lahan Labil Bikin Pohon di DKI Rentan Tumbang

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2011 11:36 WIB
Ubaidillah: Lahan Labil Bikin Pohon di DKI Rentan Tumbang
Jakarta - 75 Pohon sempal dan 53 pohon tumbang akibat hujan badai pada Rabu (16/3) lalu. Walhi DKI Jakarta menengarai, pohon di Ibukota rentan tumbang karena lahan yang labil.

"Pohon di Jakarta rentan karena lahannya labil. Padatnya kendaraan menimbulkan
goncangan. Lalu struktur tanaman tidak mampu menancap jauh akarnya. Karena ada
benturan dengan dinding struktur jalan dan bangunan yang beton bertulang ditambah
kondisi pohon yang gemuk ini membuat akar tidak mampu menahan," kata Ketua Walhi
DKI Jakarta, Ubaidillah.

Berikut ini wawancara detikcom dengan pria yang akrab disapa Ubai ini, Kamis
(17/3/2011):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walhi DKI memiliki pantauan daerah di DKI yang rawan pohon roboh?

Ada di beberapa tempat seperti di Cengkareng, Kebon Jeruk, Kembangan, Sunter, lalu
di Ragunan, Jagakarsa. Sepanjang itu banyak dijumpai pohon-pohon yang tidak
diperhatikan.

Misalnya ada pohon terlalu rindang sehingga dahan mengganggu rambu. Kalau rambu
tertutup maka menyulitkan kendaraan yang lewat di sana. Pohon gondrong perlu
diperhatikan. Bukan digusur, tapi dirapikan, agar tidak mengganggu dan terbebani
berat saat angin kencang dan hujan deras.

Selain angin kencang, apa yang menyebabkan pohon di Jakarta rawan roboh?

Pohon di Jakarta rentan karena lahannya labil. Padatnya kendaraan menimbulkan
goncangan. Lalu struktur tanaman tidak mampu menancap jauh akarnya. Karena ada
benturan dengan dinding struktur jalan dan bangunan yang beton bertulang ditambah
kondisi pohon yang gemuk ini membuat akar tidak mampu menahan.

Pohon apa yang cocok dengan karakteristik tanah di Jakarta?


Kalau yang akarnya bagus itu beringin, tapi kelebatannya cepat. Pohon asem juga relatif bagus. Juga jenis pohon ambon dan trembesi. Meskipun pohonnya bagus, tapi harus tetap diperhatikan kerawanannya.

Karena ini kan sudah sering terjadi, pohon tumbang menimpa mobil, menimpa sepeda motor. Secara hukum, mereka (Dinas Pertamanan dan Pemakaman) harus bertanggung jawab.

Dinas Pertamanan dan Pemakaman menyatakan telah memantau pohon di Jakarta?


Ini harus dilakukan dengan baik, dan diperhatikan pula waktunya. Harus ada inventarisir. Pohon itu kan ada umurnya juga. Seperti manusia yang beberapa bulan sekali pergi ke salon untuk gunting rambut, pohon juga perlu dipangkas daun, ranting dan dahannya secara berkala.

Masing-masing jenis pohon itu beda pertumbuhannya. Ada yang 6 bulan sudah rimbun sehingga harus dipangkas. Ada yang tahunan. Yang penting adalah dimaintain dan dirawat intensif dan terprogram.

Salah satu pohon yang roboh pada Rabu (16/3) kemarin adalah jenis angsana. Pohon ini tidak cocok dengan tanah Jakarta?


Angsana bagus juga sebenarnya. Tapi yang penting pengontrolan karena struktur tanah yang labil dan akar tidak cukup kuat karena batang terlalu besar. Kalau pohon obesitas, lalu akar sebagai kakinya kecil, tentu membuat pohon jadi tidak stabil.

Dirapikan saja pohon-pohon yang ada. Misalnya menyisakan sedikit daun atau beberapa dahan.

Ada standar pohon yang ditanam di pinggir jalan?


Setahu saya, asalkan lebar pohon tidak sampai mengganggu jalanan dan rambu-rambu yang ada. Prinsipnya kan itu. Kalau mengganggu harus ditertibkan. Dan sekali lagi, dedaunan dan batang serta rantingnya jangan sampai membuat akar pohon tidak kuat.
(vit/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini