Ngeri Serangan Houthi di Bandara Riyadh hingga Penumpang Berdarah-darah

Ngeri Serangan Houthi di Bandara Riyadh hingga Penumpang Berdarah-darah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 06:02 WIB
Smoke and flames rise from King Khalid Airport, after Yemens Iran-backed Houthis said they attacked the airport, in Riyadh, Saudi Arabia, October 8, 2026, in this screengrab obtained from a social media video. Social Media/via REUTERS  THIS IMAGE HA
Foto: Serangan Houthi di bandara Riyadh (Social Media via REUTERS/Social Media)
Jakarta -

Serangan kelompok Houthi di Bandara International King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, memicu situasi mencekam. Serangan itu juga memakan korban jiwa.

Dirangkum detikcom, Selasa (13/10/2026), serangan Houthi ke Riyadh itu terjadi pada Minggu (11/10). Serangan itu begitu mengerikan, asap hitam pekat membubung tinggi terlihat di sekitar Bandara Riyadh.

Laporan awal menyebutkan 12 orang meninggal dunia. Sementara korban luka mencapai 309 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identitas Korban Tewas

Para korban tewas itu mencakup empat warga negara yakni warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Keesokan harinya, Senin (12/10), jumlah korban tewas bertambah menjadi 13 orang.

ADVERTISEMENT

Lokasi Terminal 4

Lokasi yang menjadi sasaran Houthi adalah Terminal 4 pada bandara tersebut. Terminal itu langsung terbakar saat serangan Houthi jatuh.

Ledakan diikuti guncangan hebat menggetarkan bandara saat itu. Banyak asap mengepul seisi ruangan Terminal 4.

Para penumpang juga berhamburan saat bandara itu diserang. Ada saksi selamat yang menceritakan bagaimana mencekamnya peristiwa itu.

Cerita Saksi

Seorang warga lokal menceritakan horornya serangan itu. Dia mengatakan penumpang berlarian dan panik saat serangan itu terjadi.

"Saya mendengar suara yang sangat keras, begitu keras hingga saya merasakan bandara berguncang," katanya dilansir AFP, Senin (12/10).

"Sirene peringatan bandara berbunyi, dan saat itulah kepanikan bermula," imbuhnya.

Seorang saksi mengatakan orang yang berada di terminal 3 berlarian. Sebagian dari mereka ada yang berlumuran darah.

"Orang-orang yang berada di terminal 3 mulai berlari ke arah kami. Wajah sebagian dari mereka berlumuran darah," tutur warga berusia 32 tahun itu.

"Ada yang kehilangan tangan atau lengan. Orang-orang berlarian sambil menggendong korban luka yang berlumuran darah," ungkap warga tersebut.

"Darahku terasa membeku. Saya tidak tahu harus ke mana atau apa yang harus dilakukan," tuturnya.

Bandara Ditutup hingga 15 Oktober

Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh imbas rentetan serangan dari kelompok Houthi. Bandara itu akan ditutup hingga 15 Oktober.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dalam sebuah pernyataan "mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid". Pihaknya menyatakan bahwa perpanjangan tersebut diperlukan untuk "menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya".

Seorang sumber senior di bidang penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk untuk sebuah maskapai mengatakan bahwa operasional akan dihentikan selama sisa hari kerja di Arab Saudi, berdasarkan pesan yang dikirimkan kepada maskapai tersebut pada hari Senin oleh otoritas penerbangan Saudi.

"Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut kepada AFP.

Ia menambahkan bahwa Terminal 3 dan 4 mengalami kerusakan, begitu pula peralatan radar dan komunikasi bandara. Sementara kondisi landasan pacu belum diperiksa.

Maskapai nasional UEA, Etihad Airways, pada hari ini mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan akibat gangguan regional.

Maskapai tersebut juga telah menangguhkan penerbangan ke kota Dammam dan Jeddah di Arab Saudi pada pekan ini. Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, juga menyatakan pembatalan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga Sabtu mendatang.

Halaman 2 dari 3
(zap/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini