Hassan Wirajuda: Kondisi WNI di Mesir Cukup Baik

Hassan Wirajuda: Kondisi WNI di Mesir Cukup Baik

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2011 17:10 WIB
Hassan Wirajuda: Kondisi WNI di Mesir Cukup Baik
Jakarta - Demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak masih berlangsung di Mesir. Sejumlah negara memutuskan mengevakuasi warga negaranya dari Negeri Piramida itu, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, kondisi WNI di Mesir cukup baik.

"Relatif kondisinya cukup baik. Kalo kita lihat pusat demonstrasi, yang itu agak jauh dari lingkungan warga tempa tinggal, khususnya mahasiswa yang tinggal di Nasr City, dan itu dekat dengan airport. Dan kedua, sejauh ini gelombang demonstrasi tidak liar, cukup damai dan tidak ada konflik antara demonstran dan pihak keamanan," ujar Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda.

Berikut ini wawancara wartawan dengan mantan Menteri Luar Negeri ini di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/2/2011):

Bagaimana perkembangan evakuasi Mesir?


Ini hanya update pesawat 747-400 Garuda, yang akan mengevakuasi warga. Berita
baiknya adalah sementara over flight dan landing permit sudah kita peroleh.

Keberangkatan Garuda sore ini waktu Jeddah. Lebih pada mengumpulkan, pada proses
pengumpulan warga dari rumah ke kumpulan. Dari kumpulan ke airport. Yang sudah
dilakukan sejak tadi pagi waktu Kairo.

Saat ini kru Garuda sedang istirahat. Administrasi keberangkatan airport sudah selesai. Jadi Garuda dirancang meninggalkan Jeddah ke Kairo jam 04.00 sore waktu Jeddah dan tiba di Kairo pukul 05.00 sore karena perbedaan waktu.

Tiba di Jakarta kapan?

Diharapkan pesawat tidak menunggu terlalu lama. Dan yang dilakukan Garuda adalah
refuelling di Kairo. Kita sudah memperoleh izin dan info dari duta besar, refuelling sudah dilakukan karena itu dirancang pesawat Garuda akan meninggalkan Kairo ke Jakarta pukul 20.00 waktu Kairo atau sama dengan pukul 01.00 WIB pagi dinihari. Tiba di Jakarta jam 10.00 pagi. Maka, Garuda bisa terbang langsung ke Jakarta tiba besok pagi.

Apakah ada hambatan dalam proses evakuasi ini?


Memang ada ada hambatan dalam pengumpulan warga dari rumah ke penampungan dan
penampungan ke airport. Dalam krisis di Mesir dilarang menggunakan bus-bus besar. Itu bisa dimengerti alasannya karena bisa digunakan untuk pengerahan massa demonstrasi. Karena itu KBRI telah mengeluarkan mobil-mobil kecil milik kedutaan, untuk menjemput warga dari rumah ke tempat pengumpulan, dari tempat pengumpulan ke airport.

Dubes optimis, setibanya Garuda di Kairo tidak memerlukan waktu yang lama. Sehingga diperkirakan akan mengangkut 400 warga yang dievakuasi, Insya Allah bisa berjalan dengan lancar.

Pesawat yang lainnya bagaimana?

Memang kita putuskan kemarin dua pesawat lainnya yaitu Boeing 747-400 dan satu
Airbus 320 milik Batavia Air kita putuskan untuk stand by. Dan kita akan mengevaluasi kapan dua pesawat itu kita berangkatkan, menunggu evaluasi ketua tim, yang tentunya dari Kairo.

400 Orang itu berapa persen dari keseluruhan dari WNI yang di sana?


Memang kita bicara prioritas, dari 6.149 warga kita yang berada di Mesir, kita prioritaskan wanita dan anak-anak. Dubes juga sudah mengingatkan saya, anak kecil kan tidak perlu seat sendiri, bisa sama ibu-nya. Dengan kata lain, jumlahnya itu tidak harus persis 400. Saya kira dengan perkembangan situasi krisis yang belum menentu, bahkan hari ini diperkirakan akan ada gelombang demonstran, dalam jumlah besar akan mogok masal lebih besar dari sebelumnnya. Diperkirakan 1 juta orang.

Sudah berapa orang yang berada di Nasr City?

Sejak tadi pagi, kita tidak menampung terlalu lama. Begi ada kita angkut ke airport, kata dubes sejak pagi sudah mengalir ke airport.

Berapa pastinya?

Saya tidak bisa pastikan, karena itu dari berbagai tempat.Β  Anyway dubes cukup optimis proses evakuasi tidak ada hambatan.

Kondisi fisik dan mental para WNI di sana?


Relatif kondisinya cukup baik. Kalo kita lihat pusat demonstrasi, yang itu agak jauh dari lingkungan warga tempa tinggal, khususnya mahasiswa yang tinggal di Nasr City, dan itu dekat dengan airport. Dan kedua, sejauh ini gelombang demonstrasi tidak liar, cukup damai dan tidak ada konflik antara demonstran dan pihak keamanan. Dengan kata lain, secara fisik WNI kita tidak terpengaruh secara negatif dengan seituasi keamanan di sana.

Kondisi logistik di sana bagaimana?

Sebetulnya kemarin kita mengingat persiapan waktu pendek, untuk pesawat membawa
makanan yang minimum bisa kita bawa. Yaitu biskuit, dengan vitamin, kemudian TNI
juga membawa makanan kaleng.

Tadi saya tanya pada dubes kita di Kairo, bahwa sejauh ini, situasi pengadaan pangan masih baik. Dubes meyakinkan saya, bahwa di jalan-jalan penjualan masih terbuka. Dalam kata lain belum ada krisis pangan. Karena itu bekal yang kita bawa tidak menjadi soal.

Warga yang belum diangkut kapan mereka bisa tahu waktu yang diangkut?


Kan sesuai tadi prioritas kebutuhan. Wanita dan anak-anak dan mahasiswa. Kita tahu
mahasiswa di Mesir kondisinya pas-pasan, kalau terjadi misalnya keterbatasan supply
pangan dan harga pangan meningkat, mereka yang akan menderita.

Karena itu prioritas kedua. Syukur perkembangan situasi tidak menjurus ke sana. Tapi pemerintah tetap berapa pun warga yang akan meninggalkan Mesir dan kembali ke Tanah Air, untuk dievakuasi akan kita lakukan. Itu sudah komitmen kita.

KBRI sudah membentuk pos-pos informasi. Dan ada tempat penampungan di Indonesia,
Kairo dan di Nasr City. Oleh KBRI dan di Nasr City. Dan kita tahu yang paling efisien itu di Nasr City. Karena dia tidak menggunakan jalan-jalan yang diblok. Dan karena itu lebih dekat ke airport.

Seluruh proses evakuasi kira-kira selesai kapan?

Pertama pengelolaan, kami memberikan waktu kepada perusahaan besar dan warga untuk mensosialisaiskan peluang untuk pulang. Yang kedua, kita berpikir berdasarkan prioritas, siapa yang paling memerlkukan evakuasi. Jangan lupa bahwa sebagian besar mahasiswa kita yang kepentingannya adalah ingin terus belajar.

Dan adanya krisis politik tidak menganggu mereka. Dengan kata lain tidak segera mengangkut pulang. Karena belum tentu mahasiswa kita atau masyarakat kita di sana
menilai itu sebagai suatu solusi.

Sampe kapan targetnya?

Saya katakan tadi, kita akan lakukan evaluasi, dari tahap ke tahap termasuk tim kita yang dipimpin oleh Marsekal Sukirno. Mengadakan evaluasi lapangan bersama KBRI. Sehingga bersama-sama kita akan memutuskan pesawat yang dalam status stand by akan kita berangkatkan.

Warga yang belum dievakuasi akan dibawa ke mana?

Ya mereka di rumah masing-masing dan kondisi sekarang belum yang final. Ini masih ada dengan segala kemungkinan-kemungkinannnya. Kita bergerak berdasarkan penilaian situasi krisisnya itu sendiri. Dan sekarang pangan harga relatif stabil. Kita nggak serta merta mengangkut 6.149 untuk segera pulang, sesuai kebutuhan.

(mad/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads