dr Endro: Kita Sasaran Empuk Penjarah Harta Karun

dr Endro: Kita Sasaran Empuk Penjarah Harta Karun

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 17:25 WIB
dr Endro: Kita Sasaran Empuk Penjarah Harta Karun
Jakarta - Perairan Indonesia disebut-sebut menyimpan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah harta karun. Namun sayang, pemerintah dinilai kurang bisa menjaganya. Wajar bila perairan Indonesia menjadi sasaran empuk para pemburu harta karun.

"Indonesia itu sasaran empuk untuk para penjarah harta karun. Gampang sekali diambil," kata Koordinator Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) Endro Soebekti Sadjiman kepada detikcom, Kamis (29/4/2010).

Endro mendirikan konsorsium itu bersama para pemerhati, peneliti, aktivis dan individu yang peduli terhadap penyelamatan kekayaan, aset dan sumber daya alam bangsa. Konsorsium ini juga berulang kali mengingatkan pemerintah atas kegiatan pemburu harta karun Michael 'Mike' Hatcher di lautan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana para penjarah itu mengambil harta karun? Berikut wawancara detikcom dengan pria bergelar dokter ini:

Sejak kapan peduli dengan harta karun Indonesia?

5 tahun lalu kasus mafia belum muncul tapi yang ilegal-ilegal kan sudah ada. Makanya saya pikir saya coba saja mengangkat ini (harta karun).

Apa yang dilakukan?

Saya bertemu dengan beberapa temen-temen yang bisa sama-sama peduli dengan aset bangsa, kita ajak mereka. Ternyata mereka antusias untuk mengangkat ini.

Lalu membentuk konsorsium?

Konsorsium baru dibentuk satu bulan, tapi perjalanannya sudah lama. Harapan saya jika nanti berjalan KPAB ini direspons masyarakat sehingga bisa jadi perekat untuk bangsa untuk membangun sehingga anak cucu kita juga punya harapan.

Apa harapannya?

Pemerintah mau memikirkan bagaimana menyelamatkan apa aset yang masih ada, itu yang penting, bukan yang hilang dan dicuri. Kita terlalu fokus mencari yang hilang, kita habis energi. 5 tahun ini kita habis ngurusin korupsi tapi ada aset lain yang kita dihabisi, kita kehilangan banyak karena lengah.

Jadi pemerintah lengah?

Saya pikir begitu.

Siapa saja anggota konsorsium?

Ada banyak elemen seperti Pak Yudi Latief, Mulya Wibisono yang pernah jadi laksamana pertama (laksma) di Angkatan Laut dan komandan satuan intelijen di TNI, serta Nunus Supardi mantan Dirjen Budaya.

Memang seberapa besar kekayaan harta karun kita?

Ada ribuan titik harta karun yang masih ada di dasar laut. Itu omongan dari Dinas Kebudayaan Belanda, mereka sangat tahu arkeolog kita. Ini harus diselamatkan.

Kenapa banyak pemburu harta karun yang memburu?

Karena keamanan kita sangat kurang. Kita tidak punya satelit yang bisa memonitor perairan kita. Padahal semua negara tetangga sudah punya. Negara tetangga kita lebih tahu daripada kita sendiri.

Selain itu armada AL kita kan sangat sedikit sehingga sulit mengkover perairan kita yang luas.

Jadi kita butuh satelit?

Tentu saja, kita butuh itu. Supaya pengamanan lebih terjaga dan termonitor. Biar kita tidak dirampok habis-habisan.

Siapa pemburu harta karun itu?

Ada banyak pihak. Michael Hatcher itu hanya salah satu saja. Masih banyak Hatcher Hatcher yang lain.

(ken/nrl)


Berita Terkait