RUU Pornografi Kurang Tajam

Franz Magnis-Suseno:

RUU Pornografi Kurang Tajam

- detikNews
Selasa, 23 Sep 2008 08:15 WIB
RUU Pornografi  Kurang Tajam
Jakarta - Budayawan Prof Franz Magnis-Suseno dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara menilai RUU Pornografi kurang tajam. Tajam seperti apa yang dimaksud? Berikut petikan wawancara dengan pecinta batik ini sela-sela buka puasa dengan Komisi Yudisial di Jalan Abdul Muis Jakarta Pusat, Senin (22/0/2008):

Bagaimana tanggapan Profesor soal UU Pornografi yang akan segera disahkan?

Yang jelas saya akan patuh dan tidak melawan. Yang paling penting, Undang-Undang tersebut jangan cepat-cepat dipakasakan karena banyak yang menentang. Jadi harus ada diskursus. Jangan ada kesan cepat-cepat karena menghindar.

Profesor tadi menyinggung mengenai pentingnya diskursus. Diskursus seperti apa?

Tentu akan ada bermacam-macam kritik. Ada banyak masalah seperti definisi porno di mana masyarakat diajak untuk ikut menindak. Yang ada nanti main hakim sendiri, padahal ini negara hukum. Saya kira suara organisasi perempuan juga harus ikut didengar.

Selain itu sepertinya dalam UU ini kurang tajam dibedakan antara orang dewasa dengan anak di bawah umur. Saya kira ini juga perlu dipertimbangkan. Prosesnya akan sangat berlarut-larut..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang diskusi akan lama, tapi itu harus karena UU in masuk ke dalam kehidupan pribadi seseorang. Harus sesuai dengan budaya disini. Jangan hanya mencerminkan salah satu budaya saja, seperti di Timur Tengah.

Apakah pemberlakuan UU tersebut akan menciderai kebhinekaan dan pluralitas Indonesia?

Jelas akan mencederai persatuan. Sebagian bangsa akan merasa bahwa mayoritas mencampuri urusan pribadi

Ngomong-ngomong Profesor masih mengajar?

Iya, anehnya saya masih mengajar. Padahal sudah 72 tahun.

Apakah tidak takut dibilang menyaingi hakim agung?


Lho kan hakim agung pegawai negeri hahaha...

Ingin tahu isi RUU Pornografi? Klik di sini. (alf/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads