Tidak satupun SMS atau telepon yang tidak dijawab oleh pria yang mengawali karirnya pada tahun 1982 dan pernah menjadi wartawan ini. Kalau pun agak lama dijawab, mungkin sedang sibuk sekali. Apalagi menjelang mudik lebaran.
Saking sibuknya, dalam sehari, Sujadi bisa menerima 300 kali telepon. Sehingga telepon selulernya cepat rusak. Terkadang, gara-gara sibuk itu, makan saja juga sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujadi mengatakan, meski sibuk, dirinya berusaha untuk membalas SMS atau telepon yang masuk. "Saya usahakan balas secepat mungkin. Saya sampai punya dua nomor. Tetapi telinganya nggak bisa terima sekaligus dua telepon yang masuk," imbuhnya.
Pria yang gemar olahraga sepak bola dan tenis lapangan ini menceritakan kalau dulu dirinya masih bisa menjalankan hobbynya. Namun sejak menjadi kahumas, hobby itu terpaksa diterlantarkan. "Sekarang sudah sulit. Paling Jumat pagi senam saja," katanya.
(gus/iy)











































