Ribka Tjiptaning, dari Kondektur Bus Hingga Suara 'Macho'

Ribka Tjiptaning, dari Kondektur Bus Hingga Suara 'Macho'

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2008 12:27 WIB
Ribka Tjiptaning, dari Kondektur Bus Hingga Suara Macho
Jakarta - Kehidupan keras anak jalanan pernah dialami Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning di masa kecilnya. Ribka banting tulang demi membiayai sekolah. Menjadi kondektur bus hingga pengamen dilakoni politisi PDIP ini.

"Saya korban kekerasan politik zaman Orde Baru. Cap anak PKI membuat kehidupan saya berubah dratis. Kemanjaan, perlindungan, tinggal makan, tidak bisa saya rasakan lagi waktu kecil dulu. Saya harus bekerja untuk bisa hidup," kata Ribka kepada detikcom, Kamis (14/8/2008).

Ribka pun menjalani profesi sebagai kondektur bus dan pengamen pada tahun 1968 hingga 1970. "Saya hidup di terminal. Jadi kondektur robur, semacam oplet seperti oplet Si Doel itu. Bus saat itu tidak banyak, dan saya tidak pernah melihat polisi menilang," papar perempuan kelahiran 1 Juli 1959 ini.

"Ini bisa menjadi pelajaran. Saya berharap anak-anak jalanan tidak patah semangat dan terus bersekolah. Karena ketekunan, keberanian dan kejujuran, saya bisa menjadi anggota parlemen," ujar Ribka yang berambut pendek ini.

Suara 'Macho'


Jika hanya berbicara dari balik telepon, banyak orang mengira Ribka Tjiptaning seorang laki-laki. Ribka dikira laki-laki gara-gara suaranya yang berat.

"Ya itu sering juga terjadi. Kalau orang yang belum kenal, saya sering dikira laki-laki. Apalagi saya kan penampilan saya tomboi," kata Ribka seraya tertawa.

Namun, Ribka tidak tersinggung apalagi marah atas kekeliruan itu.

Ribka yang berprofesi sebagai dokter ini juga bicara seputar rokok. "Saya ingin pajak rokok dialokasikan untuk rakyat kecil," cetus Ribka yang semasa kuliah pernah merokok ini. (aan/nrl)


Berita Terkait