Pendonor dua jeriken adalah sebutan khusus JK pada para pendonor yang sudah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali. Mantan wapres itu berhitung, 100 kali donor berarti sudah menyumbang lebih dari 300 liter darah atau setara dengan dua jeriken.
"Itu setara dengan 300 liter atau dua jeriken darah isinya," kata JK saat memberikan sambutan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2011). Etty hadir di samping JK saat memberi sambutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Etty pun menceritakan pengalamannya mendonor darah. Menurut wanita lajang ini, dia sudah menyumbang darah sejak berusia 17 tahun.
Penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden pun bukan hal baru dalam hidupnya. Paman dan ayahnya juga pernah menerima penghargaan serupa karena donor darah.
"Paklik saya Sugeng Mulyono dan Bapak Agustinus Nainggolan juga menerima itu. Jadi saya sudah tahu," terangnya.
Namun, penghargaan bukanlah motivasi utama Etty untuk berdonor darah. Dia mengaku sudah tertarik di bidang kemanusiaan sejak kecil.
"Saya sejak SMA kelas dua ikut PMR. Sejak itu, 75 hari sekali saya donor," sambungnya.
Manfaat donor pun sudah terasa di usianya kini. Dia merasa lebih cepat sembuh ketika mengalami penyakit.
"Bagi saya sekarang cepat sehat, kalau sakit, sebentar juga sembuh," kisahnya.
Dia berpesan kepada para generasi muda agar terus menyumbangkan darah. Alasannya, selain faktor kemanusiaan, donor juga bisa mencegah penyakit.
"Orang donor itu nggak kena HIV atau impoten, makanya donor," pesan Etty.
(mad/vit)











































